Petani Lansia di Mamasa Ditemukan Tewas Gantung Diri, Warga Geger

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMASA — Warga Dusun Rante Koppe, Kelurahan Mamasa, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, digemparkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang meninggal dunia akibat dugaan bunuh diri dengan cara gantung diri, Senin malam (29/12/2025) sekitar pukul 21.00 WITA.

Korban diketahui berinisial O (69), seorang petani yang berdomisili di Tatoa’, Kelurahan Mamasa. Peristiwa tragis tersebut pertama kali terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat setempat. Menindaklanjuti informasi itu, personel Sat Intelkam, Sat Reskrim, serta Polsek Mamasa langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan dan pengamanan.

Di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi tergantung pada sebuah pohon besar yang dikenal warga sebagai pohon isia, sekitar 30 meter dari rumahnya. Korban menggunakan tali kopling yang dililitkan dan diikatkan pada leher. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah kaku dan dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, sebelum kejadian korban sempat berada di rumah bersama anak bungsunya, Arjun, yang diketahui sedang sakit. Korban sempat memberikan makan dan obat kepada anaknya tersebut, lalu keluar dari kamar dan masuk ke kamar sebelah.

Namun, ketika istri korban pulang dari sawah dan menanyakan keberadaan korban, ia mendapat jawaban bahwa korban berada di kamar sebelah. Setelah dicek, korban tidak ditemukan. Keluarga kemudian berupaya melakukan pencarian dengan menanyakan kepada kerabat dan tetangga sekitar rumah.

Sekitar pukul 17.00 WITA, keluarga bersama warga setempat menyisir area sawah dan lingkungan sekitar rumah korban. Pencarian belum membuahkan hasil hingga akhirnya sekitar pukul 20.30 WITA, korban ditemukan oleh anaknya yang bernama Iyan, yang diketahui memiliki keterbatasan bicara, dalam kondisi tergantung di pohon tidak jauh dari rumah.

Pihak kepolisian kemudian melakukan langkah-langkah prosedural berupa pengamanan TKP, pemasangan garis polisi, serta pengambilan keterangan dari sejumlah saksi. Meski demikian, pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi, visum, maupun pemeriksaan luar terhadap jenazah korban, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

Dari keterangan keluarga dan tetangga, korban diketahui beberapa kali meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga, tercatat sudah terjadi sebanyak tiga kali. Selain itu, menurut kepercayaan masyarakat setempat, korban disebut memiliki kemampuan berhubungan dengan makhluk tak kasat mata yang dikenal dengan istilah To Pembuni.

Pihak keluarga meyakini bahwa peristiwa tersebut murni merupakan tindakan bunuh diri dan telah menerima kejadian itu sebagai sebuah musibah. Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara adat dan kekeluargaan.

Berita Terkait

IJS Sulbar Perkuat Sinergi Lewat Raker
Satpol PP Mamuju Disorot, IJS Sulbar Singgung Dugaan Anggaran Fiktif Rp1,1 Miliar
Siamasei Band Guncang Mall Matos Mamuju, Pengunjung Malam Minggu Terhibur
Kisah Warga Kopeang Melahirkan di Jalan, Indikasi Pentingnya Integrasi dan Sinergitas Layanan Kedokteran Kepolisian bagi Warga Marginal
Dari Kuli Tinta ke Pengacara, Imanuddin SH Dijuluki “Hotman Sulbar”
Bakti Kesehatan Polda Sulbar di Kopeang, Dukung Transformasi Kesehatan Menuju Indonesia Emas
Medivac ABK di Perairan Mamuju, Tim SAR Evakuasi dari Kapal Asing
Kareg Sulbar Tegas: Suspend SPPG Untuk Perbaikan Program MBG
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:36 WIB

IJS Sulbar Perkuat Sinergi Lewat Raker

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:20 WIB

Satpol PP Mamuju Disorot, IJS Sulbar Singgung Dugaan Anggaran Fiktif Rp1,1 Miliar

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:57 WIB

Siamasei Band Guncang Mall Matos Mamuju, Pengunjung Malam Minggu Terhibur

Jumat, 24 April 2026 - 19:01 WIB

Kisah Warga Kopeang Melahirkan di Jalan, Indikasi Pentingnya Integrasi dan Sinergitas Layanan Kedokteran Kepolisian bagi Warga Marginal

Kamis, 23 April 2026 - 20:36 WIB

Dari Kuli Tinta ke Pengacara, Imanuddin SH Dijuluki “Hotman Sulbar”

Berita Terbaru

Advertorial

Survei Terravox: Kepuasan Publik terhadap SDK Tembus 81,5 Persen

Kamis, 4 Jun 2026 - 15:11 WIB