Pilot Proyek Rare Earth di Mamuju, Pemprov Sulbar Tekankan Lingkungan dan Kesejahteraan Warga

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah pusat mulai serius mengembangkan potensi rare earth element (REE) atau logam tanah jarang (LTJ) yang kini menjadi komoditas strategis dunia untuk kebutuhan industri pertahanan, elektronik hingga baterai kendaraan listrik.

Melalui BUMN baru bentukan Danantara, yakni Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), pilot proyek hilirisasi logam tanah jarang direncanakan akan dikembangkan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat bersama Badan Industri Mineral (BIM) dan PT Perminas yang digelar di Sekretariat BIM Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Jakarta, Rabu 14 Mei 2026.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka turut hadir didampingi Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulbar, Bujaeramy Hassan.

Bujaeramy menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulbar menginginkan tata kelola logam tanah jarang di daerah tetap mengedepankan aspek lingkungan, kepentingan masyarakat serta kesejahteraan warga di sekitar wilayah pengelolaan.

“Pak Gubernur ingin memastikan bahwa rencana tata kelola LTJ nanti harus mengedepankan aspek lingkungan, kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Sulbar secara umum, khususnya kepentingan masyarakat sekitar wilayah yang dikelola,” ujar Bujaeramy saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, proyek hilirisasi LTJ tersebut juga harus selaras dengan arah pembangunan strategis Sulawesi Barat. Pemprov Sulbar menilai pengembangan industri logam tanah jarang tidak hanya berbicara soal investasi dan industri, tetapi juga tentang keselamatan lingkungan serta keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Selain itu, kehadiran proyek hilirisasi rare earth di Mamuju diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi daerah, mulai dari menekan angka kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

“Ketika kita berbicara tentang LTJ di Sulbar, maka kita harus berbicara tentang kepentingan nasional dan kepentingan Sulbar,” katanya.

Potensi logam tanah jarang di Sulawesi Barat sendiri dinilai memiliki nilai strategis tinggi di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap bahan baku industri teknologi modern dan energi terbarukan.

Karena itu, Pemprov Sulbar mendorong agar pengelolaan sumber daya tersebut dilakukan secara berkelanjutan, terukur serta mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Berita Terkait

Gubernur Sulbar Kukuhkan Pengurus FKUB 2026–2031, Kerukunan Umat Beragama Jadi Prioritas
BPBD Sulbar Salurkan 6.000 Liter Air Bersih di Mamuju, Warga Terdampak Kekeringan Dibantu
Pastipadu Sulbar Dievaluasi! Stunting dan Kemiskinan Turun, Perkawinan Anak Justru Naik
Gubernur Sulbar Suhardi Duka Ajak Pejabat Perdalam Ilmu Agama, Buya Arrazy Hasyim Hadir Beri Tausiah
SDK Desak Bupati se-Sulbar Usulkan Desa Tanpa Listrik, Tenaga Surya Jadi Solusi!
Gubernur Sulbar Hadiri Rakor Swasembada Air Nasional, PUPR Dorong Integrasi Pengelolaan Sumber Daya Air
TB, DBD dan HIV Jadi Perhatian, DKPPKB Sulbar Gandeng DPRD Perkuat Pencegahan
Pemprov Sulbar dan Sulteng Bahas Batas Pasangkayu-Donggala, Kepastian Wilayah Dikebut
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Gubernur Sulbar Kukuhkan Pengurus FKUB 2026–2031, Kerukunan Umat Beragama Jadi Prioritas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:19 WIB

BPBD Sulbar Salurkan 6.000 Liter Air Bersih di Mamuju, Warga Terdampak Kekeringan Dibantu

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pastipadu Sulbar Dievaluasi! Stunting dan Kemiskinan Turun, Perkawinan Anak Justru Naik

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Gubernur Sulbar Suhardi Duka Ajak Pejabat Perdalam Ilmu Agama, Buya Arrazy Hasyim Hadir Beri Tausiah

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:55 WIB

SDK Desak Bupati se-Sulbar Usulkan Desa Tanpa Listrik, Tenaga Surya Jadi Solusi!

Berita Terbaru