Sengkang – Salah satu politisi partai PKS Kabupaten Wajo yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Wajo dari Komisi III menyikapi soal ex ornament bidang perikanan dimana saat ini sedikit mengalami penurunan.
Ex ornament merupakan rawa dan sungai yang termasuk kekayaan daerah. Namun produksi Sumber Daya Alam (SDA) tersebut mulai menurun.
Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Wajo, Nasfari.
Menurutnya, potensi ex ornament yang dimiliki Pemkab Wajo saat ini berjumlah sebanyak 51 lokasi. SDA itu tersebar di 7 dari 14 kecamatan di Wajo.
“Sekarang produksi dari ex ornament mengalami penurunan, khususnya komoditi ikan air tawar,” ujarnya.
Kondisi itu terjadi akibat pendangkalan seperti pada 4 lokasi ex ornament di Kecamatan Belawa. Diperlukan pengerukan sedimen dan pembersihan endapan lumpur didasar rawa.
“Sekarang di lokasi dangkal. Sehingga tempat ikan bermain semakin kurang. Berdampak ke hasil tangkapan,” nilainya.
Beruntung, lanjut Nasfari. Kondisi pendangkalan itu mendapat perhatian dari anggota DPRD Wajo, Arga Prasetya Ashar.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengalokasikan anggaran dari program aspirasinya tahun ini, untuk kegiatan normalisasi melalui Diskan Wajo.
“Penggalian rawa ex ornament di APBD Wajo 2022 dengan pagu Rp180.000.000,” terangnya.
Menyikapi hal itu, Anggota DPRD Wajo, Arga Prasetya Ashar menuturkan, banyak menerima keluhan warga, terkait mendangkalnya rawa ex ornament di Desa Lautang.
“Kondisi tersebut banyak kami terimah keluhan keluhan yang disampaikan masyarakat khususnya para nelayan, untuk itu sebagai wakil rakyat kami mencoba untuk mengupayakan dan memperjuangkan agar produksi dibidang perikanan bisa kembali ditingkatkan produksinya”. tutupnya.










