MAMUJU — Civitas akademika Poltekkes Kemenkes Mamuju menggelar aksi moral dalam momentum Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 dengan meluncurkan gerakan “Satukan Aksi, Basmi Korupsi!” pada Minggu (08/12/2025). Kegiatan ini menjadi penegasan komitmen kampus kesehatan tersebut dalam menumbuhkan budaya integritas dan menolak segala bentuk praktik koruptif.
Iklan Bersponsor Google
Sehari menjelang puncak peringatan HAKORDIA, seluruh unsur civitas akademika, mulai dari pimpinan, pejabat struktural, dosen, PLP, teknisi, petugas keamanan, sopir, cleaning service hingga perwakilan mahasiswa dari berbagai jurusan, tampil menyatukan suara. Mereka bergiliran membubuhkan tanda tangan serta menuliskan pesan antikorupsi pada spanduk besar berukuran 2,5 x 4 meter sebagai bentuk deklarasi komitmen bersama.
Plt Direktur Poltekkes Kemenkes Mamuju, Dr. Fajrillah Kolomboy, S.Kep., Ners., M.Kep, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa dunia pendidikan memegang peran strategis dalam melahirkan generasi berintegritas.
“Dunia kampus diharapkan melahirkan generasi yang berintegritas. Momentum Hakordia ini harus menjadi pemantik semangat itu, dimulai dari manajemen pelayanan kampus yang akuntabel dan bebas dari nilai-nilai koruptif,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur 3 Poltekkes Kemenkes Mamuju, Agus Erwin Ashari, S.KM., M.Kes, yang juga penyuluh antikorupsi LSP KPK, memberikan penguatan mengenai tema HAKORDIA 2025: “Satukan Aksi, Basmi Korupsi!” pada apel pagi.
Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.
“Upaya antikorupsi tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja. Kita butuh kolaborasi lintas sektor dan lintas generasi. Setiap individu punya peran sekecil apa pun untuk mewujudkan Indonesia yang bersih, transparan, adil, dan berintegritas,” tegasnya.
Agus menambahkan, budaya antikorupsi harus tumbuh di setiap ruang kehidupan, termasuk lingkungan pendidikan. Kampus, menurutnya, bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter jujur, bertanggung jawab, dan anti penyimpangan.
“Tema ini menegaskan pentingnya menumbuhkan budaya antikorupsi mulai dari desa hingga dunia digital,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Mamuju berharap semangat HAKORDIA 2025 tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang mengakar pada seluruh civitas akademika demi menciptakan generasi kesehatan yang berintegritas tinggi.
Iklan Google AdSense










