PPID Masuk Desa: Revolusi Keterbukaan Informasi Dimulai dari Sulbar

- Jurnalis

Kamis, 12 Juni 2025 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU – Komitmen Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dan Wakil Gubernur, Salim S Mengga, dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan kini mulai menampakkan bentuk nyata. Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfopers) Sulbar mengambil langkah konkret dengan mendorong terbentuknya Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) hingga ke level desa.

Kepala Diskominfopers Sulbar, Mustari, menegaskan pentingnya PPID sebagai ujung tombak keterbukaan informasi publik. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Komisi Informasi (KI) Sulbar dalam melakukan sosialisasi massif tentang keterbukaan informasi, melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti kepala desa, camat, LSM, APDESI, OPD hingga ormas.

Sosialisasi ini sebelumnya telah berlangsung di Kabupaten Polman dan Majene, dan kini berlanjut di Mamuju pada 12-14 Juni 2025. Dalam kegiatan ini, Mustari menekankan bahwa demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh jika masyarakat diberikan ruang untuk mengkritik dan pemerintah bersedia merespons secara terbuka.

Namun demikian, Mustari juga mengingatkan bahwa tidak semua informasi bersifat terbuka. Ada informasi yang dikecualikan, ada pula yang harus diumumkan secara berkala sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

“PPID hadir untuk memastikan permintaan informasi ditangani sesuai regulasi. Kita butuh pemahaman yang utuh agar tidak salah langkah dalam mengelola arus informasi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Komisi Informasi Sulbar, Muhammad Ikbal, menegaskan bahwa setiap warga berhak atas informasi publik. Namun hak ini harus dijalankan dengan memahami batas dan mekanisme hukum yang berlaku. Menurutnya, kehadiran PPID akan mempermudah proses tersebut secara sistematis dan akuntabel.

“Sebagian menganggap keterbukaan adalah membongkar dapur sendiri. Tapi justru dengan keterbukaan yang terarah, kepercayaan publik akan tumbuh dan sorotan negatif dapat diminimalisir,” tandas Ikbal.

Dengan dimulainya penguatan PPID hingga desa, Sulbar menegaskan diri sebagai pelopor keterbukaan informasi yang menjangkau hingga ke akar rumput. Langkah ini diyakini akan menjadi fondasi penting dalam membangun pemerintahan yang partisipatif, transparan, dan responsif.

Berita Terkait

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat
Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah
PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan
Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda
Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan
Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata
Bapenda Sulbar Gencarkan Pengawasan Rokok Ilegal, Pedagang Diimbau Waspada!
Lawan Penipuan Digital, Pemprov Sulbar Luncurkan Scam Ready ASEAN!
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:24 WIB

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan

Berita Terbaru