Mamuju – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Barat, Eka Putra Budi Nugroho, memaparkan strategi besar membangkitkan perekonomian daerah dalam forum Retret Pemprov Sulbar, Sabtu, 19 Juli 2025.
Iklan Bersponsor Google
Dalam pemaparannya, Eka menyampaikan lima sorotan utama: kondisi ekonomi global dan nasional, tren inflasi dan pertumbuhan ekonomi Sulbar, stabilitas sistem keuangan daerah, potensi sektor unggulan, serta peran aktif BI dalam memperkuat ekonomi daerah.
“Ekonomi global mulai stabil, tapi tensi geopolitik dan kebijakan tarif AS masih menekan. Di tengah tantangan itu, ekonomi Indonesia tumbuh 4,87% dan Sulbar mencatat 4,83% di triwulan I 2025,” jelasnya.
Meski pertumbuhan ekonomi Sulbar melambat dari 6,65% ke 4,83% (yoy), Eka menegaskan bahwa potensi sektor unggulan masih sangat besar, terutama di bidang pertanian dan industri pengolahan, dengan kelapa sawit (CPO) mendominasi ekspor hingga 92,32%. Komoditas kakao dan kopi juga disebut berperan besar, khususnya karena berbasis perkebunan rakyat.
Namun, tantangan tetap ada. Kredit daerah tumbuh moderat (4,42%) dan rasio LDR tinggi (190–200%) menandakan dominasi pembiayaan dari luar Sulbar. Meski demikian, BI melihat adanya perbaikan risiko kredit yang positif.
Untuk itu, BI Sulbar mengedepankan strategi konkret:
Penguatan UMKM, termasuk klaster pangan dan UMKM ekspor.
Digitalisasi keuangan melalui perluasan merchant QRIS yang telah mencapai 85.170 unit.
Akses pembiayaan UMKM, literasi keuangan, dan pelatihan pencatatan.
Penguatan ekonomi syariah lewat produk halal, literasi, dan sistem keuangan berbasis syariah.
“Digitalisasi sistem pembayaran dan penguatan sektor riil adalah kunci membangun ekonomi Sulbar yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Eka.
Mengakhiri presentasinya, Eka menyerukan sinergi antar-pihak untuk memperkuat daya saing Sulbar.
“BI siap menjadi mitra strategis dalam mendorong Sulbar yang maju, tangguh, dan sejahtera,” pungkasnya.
Iklan Google AdSense