Satpol PP Mamuju Disorot, IJS Sulbar Singgung Dugaan Anggaran Fiktif Rp1,1 Miliar

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Umum Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS), Irham Azis, S.IP

Foto: Ketua Umum Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS), Irham Azis, S.IP

MAMUJU — Ketua Umum Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS), Irham Azis, S.IP, angkat bicara terkait dugaan ketidakberesan pengelolaan anggaran di lingkup Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mamuju. Sorotan tersebut mencuat setelah muncul dugaan adanya anggaran yang tercatat dalam dokumen, namun tidak memiliki jejak realisasi kegiatan yang jelas di lapangan.

Irham Azis mendesak pimpinan Satpol PP Mamuju agar mengedepankan transparansi dalam penggunaan anggaran negara, khususnya pada bidang lingkungan hidup dan operasional penegakan Peraturan Daerah (Perda) yang kini menjadi perhatian publik.

“Uang rakyat harus dipertanggungjawabkan secara nyata, bukan hanya tertulis rapi di atas kertas. Jika ada indikasi anggaran mengalir tanpa peruntukan yang jelas atau bahkan tidak ada kegiatannya, maka transparansi adalah harga mati,” tegas Irham Azis, Kamis (28/5/2026).

Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, sejumlah aktivis dan insan pers mulai mempertanyakan penggunaan anggaran Satpol PP Mamuju yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Kecurigaan muncul lantaran beberapa kegiatan disebut tidak memiliki bukti pelaksanaan yang dapat diverifikasi secara terbuka.

Tak hanya itu, Irham juga meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju segera turun tangan melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap laporan penggunaan anggaran Satpol PP Mamuju.

“Apabila ditemukan indikasi kuat adanya penyalahgunaan, Kejaksaan wajib melakukan audit. Jangan pernah main-main dengan anggaran yang merupakan hak rakyat. Kami dari IJS akan terus memantau dan mengawal persoalan ini sampai tuntas,” ujarnya.

Sorotan terhadap Satpol PP Mamuju semakin menguat setelah upaya konfirmasi wartawan terkait rincian titik pengawasan dan kegiatan penegakan Perda disebut mendapat respons emosional dari pimpinan Satpol PP Mamuju, Marhaban.

Alih-alih memberikan data dan penjelasan secara terbuka, pihak Satpol PP dinilai cenderung menghindar dan tidak kooperatif terhadap pertanyaan publik. Sikap tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Bagi IJS Sulbar, tindakan tertutup dari instansi penegak Perda itu justru semakin memperkuat dugaan adanya sesuatu yang disembunyikan dalam pengelolaan anggaran.

“Sebagai lembaga yang bertugas menegakkan aturan daerah, Satpol PP seharusnya menjadi contoh dalam keterbukaan informasi publik, bukan malah menghindar dari pertanyaan wartawan,” tambah Irham.

Data anggaran yang kini menjadi sorotan publik di antaranya total anggaran Satpol PP Mamuju yang disebut mencapai sekitar Rp1,1 miliar. Anggaran tersebut terdiri dari Program Penunjang sebesar Rp412,6 juta dan Program Ketertiban Umum sekitar Rp687,3 juta, termasuk operasional penegakan Perda serta peningkatan kapasitas.

IJS Sulbar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan oknum tertentu.

Kasus ini pun diharapkan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum demi menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan di Kabupaten Mamuju.

Berita Terkait

BADKO HMI Sulbar Apresiasi Sinergi Polri dan Mahasiswa, Tebar Al-Qur’an di Majene
Orang Tua Bripda Azril Pastikan Kasus dengan Kapolres Pasangkayu Berakhir Damai
Humanis, Kapolres Pasangkayu dan Bripda Azril Selesaikan Perselisihan Lewat Musyawarah
Ribuan Warga Padati Stadion Manakarra, Charly Van Houten Sukses Meriahkan Gebyar Hari Bhayangkara ke-80 Polda Sulbar
Xenia Terjun ke Parit Depan PKM Tarailu, Diduga Sopir Mengantuk
Penjual Es Kuwut, Putra Anggota Polda Sulbar Lolos Seleksi Akpol ke Semarang
Lapas Polewali: Warga Binaan Akui Rekayasa Dugaan Pemukulan Supaya Bisa Pindah Ke Lapas Lain
LOHPU Ingatkan Ancaman Krisis Fiskal Daerah
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:47 WIB

BADKO HMI Sulbar Apresiasi Sinergi Polri dan Mahasiswa, Tebar Al-Qur’an di Majene

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:50 WIB

Orang Tua Bripda Azril Pastikan Kasus dengan Kapolres Pasangkayu Berakhir Damai

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:44 WIB

Humanis, Kapolres Pasangkayu dan Bripda Azril Selesaikan Perselisihan Lewat Musyawarah

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:32 WIB

Ribuan Warga Padati Stadion Manakarra, Charly Van Houten Sukses Meriahkan Gebyar Hari Bhayangkara ke-80 Polda Sulbar

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:12 WIB

Xenia Terjun ke Parit Depan PKM Tarailu, Diduga Sopir Mengantuk

Berita Terbaru