MAMUJU – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana memimpin apel gabungan lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Senin, 11 Mei 2026. Apel tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, untuk memperkuat disiplin dan tanggung jawab aparatur sipil negara (ASN).
Dalam arahannya, Junda Maulana menegaskan pentingnya kesadaran ASN terhadap amanah dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. Ia menyebut, gaji yang diterima ASN merupakan bentuk kepercayaan negara yang wajib dibayar melalui kerja nyata dan pengabdian.
“Apel gabungan tadi saya tekankan begini. Kita ini ASN, digaji. Dan kalau digaji, kita itu diberikan di depan. Berarti kita ini utang kepada negara dalam satu bulan,” kata Junda Maulana di hadapan peserta apel.
Menurutnya, kewajiban tersebut tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kehadiran dan kedisiplinan formal semata, tetapi harus diwujudkan lewat kinerja yang mampu menjawab persoalan daerah.
“Ya saya tekankan, Anda mau bayar utang atau tidak. Karena utang itu hukumnya wajib dibayar,” ujarnya.
Junda Maulana mengingatkan agar ASN tidak menghabiskan energi hanya pada urusan administratif dan kedisiplinan, namun juga fokus pada substansi pembangunan daerah yang masih menghadapi berbagai tantangan.
“Jangan sampai kita hanya berusaha disiplin, disiplin, disiplin. Tapi substansi untuk menyelesaikan masalah lain yang kita lupa. Habis energi di situ. Kita mau kedepankan substansialnya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia memaparkan sejumlah tantangan pembangunan yang masih dihadapi Sulawesi Barat. Mulai dari angka kemiskinan yang masih berada di level 10,18 persen atau di atas rata-rata nasional, pertumbuhan ekonomi yang baru mencapai 5,36 persen, hingga indeks pembangunan manusia (IPM) yang masih berada di angka 71 poin.
Pemprov Sulbar, lanjutnya, menargetkan penurunan angka kemiskinan sebesar 1 persen setiap tahun agar pada 2030 dapat berada di kisaran 5 hingga 6 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 8 persen dan IPM menyentuh angka 75.
“Semua itu merupakan tantangan. Stunting dan lain sebagainya. Anak tidak sekolah masih punya tantangan,” katanya.
Karena itu, Junda Maulana meminta seluruh ASN lingkup Pemprov Sulbar melakukan akselerasi kerja agar target pembangunan daerah dapat tercapai sesuai harapan pemerintah dan masyarakat.
“Kalau kita hanya berurusan dengan kedisiplinan, kehadiran dan lain-lain sebagainya, kita lupa dengan substansinya, akhirnya kita nggak bisa mengejar. Kita butuh akselerasi,” tegasnya.
Menutup arahannya, Junda Maulana mengajak seluruh ASN untuk membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi tantangan daerah demi masa depan generasi Sulawesi Barat.
“Ayo kita merubah. Ayo kita bertanggung jawab dengan apa yang dihadapi oleh daerah kita ini. Bukan untuk kita, untuk daerah dan anak-anak kita atau generasi kita ke depan,” tutupnya.










