Sekprov Sulbar Buka Islamic Intellectual Summit 2026, Tekankan Keseimbangan Ilmu dan Akhlak

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Barat (Sulbar) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar menggelar Sulbar Islamic Intellectual Summit 2026, Rabu, 6 Mei 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Merancang Masa Depan SDM Sulbar Berbasis Spiritualitas dan Intelektualitas” tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sulbar, Junda Maulana.

Junda Maulana mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara KAHMI dan Pemprov Sulbar melalui Biro Pemkesra merupakan langkah positif dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia di daerah.

“Ini adalah kegiatan yang sangat baik. Kenapa, karena saya tertarik dengan temanya itu merancang sumber daya manusia Sulbar,” ujar Junda Maulana.

Ia menegaskan, Sulbar menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan daerah yang maju dan sejahtera, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, peningkatan kualitas SDM menjadi kunci utama. Menurutnya, pembangunan SDM tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga harus diimbangi dengan spiritualitas.

“Kita ketahui bahwa dua-dua ini adalah dua dimensi yang harus dikaitkan, yang seimbang untuk pengembangan diri. Karena tadi kalau ilmu pengetahuan tanpa spiritual, maka itu akan bisa menyebabkan ahlak yang rendah. Demikian juga sebaliknya, kalau spiritualitasnya tinggi tapi intelektualnya rendah, maka ini tidak bisa berkompetitif juga,” jelasnya.

Junda Maulana menekankan pentingnya keseimbangan kedua dimensi tersebut sebagai fondasi dalam pembangunan daerah dan bangsa. Ia juga menyoroti perlunya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulbar sebagai salah satu indikator kemajuan.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa berbagai tantangan seperti pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, hingga ketenagakerjaan perlu diatasi melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat seperti KAHMI.

“Peran edukasi sangat penting. Kita harus terus mengedukasi masyarakat agar mampu menghadapi perubahan,” kata Junda Maulana.

Ia juga mengingatkan pentingnya keterbukaan daerah terhadap investasi. Menurutnya, penerimaan masyarakat terhadap investor harus didukung dengan komunikasi yang efektif dan informasi yang transparan.

“Investor, investasi yang akan masuk kita harus bisa menerima. Tentunya dengan suatu komunikasi yang efektif. Karena masyarakat juga tanpa informasi yang lengkap pasti tidak menerima yang sebenarnya,” tutupnya.

Berita Terkait

Pemprov Sulbar Bentuk Pokja Sekolah Aman dan Nyaman, Cegah Bullying hingga Putus Sekolah
Survei Terravox: Kepuasan Publik terhadap SDK Tembus 81,5 Persen
Satgas MBG dan Dispangda Sulbar Matangkan Kesiapan Program Makan Bergizi Gratis
SDK Lantik Rektor UNSUMA: Perguruan Tinggi Wajib Jawab Kebutuhan Dunia Kerja
Gubernur SDK Ultimatum 13 Perusahaan Sawit: Naikkan Harga TBS atau Siap Hadapi Sanksi Pencabutan Izin
DPRD Sulbar Susun Agenda Kerja Strategis 2026
Kominfo Sulbar Integrasikan Data Stunting, Perkuat Program Pastipadu 2026
Pastipadu Sulbar Diperkuat, Stunting dan Kemiskinan Terus Menurun
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:14 WIB

Pemprov Sulbar Bentuk Pokja Sekolah Aman dan Nyaman, Cegah Bullying hingga Putus Sekolah

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:11 WIB

Survei Terravox: Kepuasan Publik terhadap SDK Tembus 81,5 Persen

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:08 WIB

Satgas MBG dan Dispangda Sulbar Matangkan Kesiapan Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:42 WIB

Gubernur SDK Ultimatum 13 Perusahaan Sawit: Naikkan Harga TBS atau Siap Hadapi Sanksi Pencabutan Izin

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:50 WIB

DPRD Sulbar Susun Agenda Kerja Strategis 2026

Berita Terbaru

Advertorial

Survei Terravox: Kepuasan Publik terhadap SDK Tembus 81,5 Persen

Kamis, 4 Jun 2026 - 15:11 WIB