Sekprov Sulbar Evaluasi APBD 2026, Soroti Target PAD dan Pajak Rokok

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU – Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana memimpin rapat koordinasi pelaksanaan kegiatan strategis yang bersumber dari rencana penerimaan pembiayaan daerah melalui skema pinjaman pada lembaga keuangan perbankan, Senin (27/4/2026).

Rapat yang berlangsung di ruang kerja Sekprov tersebut dihadiri para asisten serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar. Agenda utama membahas kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi pertemuan bersama Gubernur Suhardi Duka sekaligus mengevaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.

“Kegiatan hari ini merupakan persiapan untuk pertemuan bersama gubernur, dalam rangka melihat kembali sekaligus mengendalikan pelaksanaan APBD kita tahun ini,” ujar Junda.
Dalam rapat tersebut, Pemprov Sulbar menyoroti capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah penerimaan dari pajak rokok.

“Setelah kita evaluasi, ada beberapa sektor yang tidak sesuai dengan target, salah satunya terkait PAD dari pajak rokok,” jelasnya.

Menurut Junda, terdapat selisih antara angka yang ditetapkan pemerintah pusat melalui kementerian terkait dengan realisasi yang diterapkan di daerah. Selain itu, beberapa sumber pendapatan lain juga mengalami deviasi dari target awal.

“Disamping itu, ada juga sumber-sumber pendapatan lain yang mengalami selisih dari target yang kita tetapkan,” tambahnya.

Ia menegaskan, evaluasi ini menjadi langkah penting untuk melakukan penyelarasan program dan kegiatan, terutama yang belum memasuki tahap tender. Dengan begitu, pemerintah dapat menentukan prioritas program yang realistis untuk dijalankan.

“Makanya ini penting untuk penyelarasan, agar kita bisa melihat mana program yang bisa dijalankan dan mana yang belum bisa. Ini untuk menjaga stabilitas APBD kita tahun 2026,” tegas Junda.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh OPD dapat menjadikan hasil evaluasi ini sebagai perhatian serius agar pelaksanaan program berjalan sesuai target, sekaligus mendorong peningkatan PAD secara optimal.

“Ini menjadi atensi bagi seluruh OPD agar betul-betul bekerja sesuai target yang telah ditetapkan, sehingga PAD kita ke depan bisa lebih meningkat,” tandasnya.

Berita Terkait

Sektor Sawit Sumbang 30% Perekonomian Sulbar, Sekda Junda: SDM Petani Harus Ditingkatkan
Beasiswa Pendidikan hingga Stunting, Pemprov Sulbar Buka Ruang Dialog Digital
Inspektorat Sulbar Ekspose Review RAPBD 2027, Soroti Efektivitas dan Akuntabilitas Anggaran
DKPPKB Sulbar Edukasi Warga Mamuju Kelola Obat dengan Prinsip DAGUSIBU
Sulbar Perkuat Jejaring Labkesmas Mamasa Lewat Program InPULS
WFH ASN Sulbar Berbasis Digital, DiskominfoSS Dampingi RSUD Optimalkan Aplikasi Fleksi
BPBD Sulbar Latih Siswa SMAN 1 Mamuju Hadapi Bencana
Diskominfo Sulbar Luncurkan Live Streaming, Warga Bisa Langsung Sampaikan Aspirasi
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:32 WIB

Sektor Sawit Sumbang 30% Perekonomian Sulbar, Sekda Junda: SDM Petani Harus Ditingkatkan

Rabu, 9 September 2026 - 20:29 WIB

Beasiswa Pendidikan hingga Stunting, Pemprov Sulbar Buka Ruang Dialog Digital

Selasa, 8 September 2026 - 22:28 WIB

Inspektorat Sulbar Ekspose Review RAPBD 2027, Soroti Efektivitas dan Akuntabilitas Anggaran

Selasa, 8 September 2026 - 22:25 WIB

DKPPKB Sulbar Edukasi Warga Mamuju Kelola Obat dengan Prinsip DAGUSIBU

Selasa, 8 September 2026 - 22:22 WIB

Sulbar Perkuat Jejaring Labkesmas Mamasa Lewat Program InPULS

Berita Terbaru