Senter KIM di Pasangkayu, Suraidah: Akses Internet Adalah Soal Keadilan Pembangunan

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASANGKAYU — Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, Suraidah Suhardi, kembali hadir menjadi narasumber dalam kegiatan Sekolah Internet Komunitas Informasi Masyarakat (Senter KIM) yang berlangsung di Pasangkayu, Jumat, 21 Agustus 2026.

Pada kesempatan tersebut, ia memaparkan materi strategis mengenai penataan akses internet sebagai bagian integral dari infrastruktur dan layanan publik.

Dalam pemaparannya, Suraidah menekankan bahwa di era saat ini internet bukan lagi sekadar kemewahan, melainkan infrastruktur kehidupan yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai kesempatan, mulai dari pendidikan, pertanian, UMKM, hingga pemerintahan.

Oleh karena itu, persoalan jaringan tidak boleh lagi dipandang sebatas masalah ketersediaan sinyal, melainkan isu keadilan pembangunan.

Ia membeberkan kondisi di Sulawesi Barat pada tahun 2025, di mana sekitar 30,25 persen desa masih tergolong blank spot atau lemah sinyal, serta 38,67 persen fasilitas layanan publik belum memiliki koneksi internet.

Menurutnya, fakta ini membuktikan bahwa persoalan konektivitas erat kaitannya dengan kemampuan negara dalam menghadirkan pelayanan publik yang merata hingga ke pelosok daerah.

“Untuk APBD itu tidak cukup untuk memenuhi infrastruktur jaringan dengan wilayah terbilang luas,”

Sebab itu saat ini Pemprov Sulbar dibawah kepemimpinan Gubernur Sulbar Suhardi Duka terus mendorong agar persoalan infrastruktur jaringan mendapat dukungan dari pusat.

“Salah satunya melalui kerja sama dengan BAKTI Komdigi, ini terus kita dorong bagaimana persoalan blankspot di daerah dapat kita atasi secara bertahap,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Suraidah mengingatkan bahwa derasnya arus informasi juga membawa tantangan baru seperti maraknya hoaks. Ia mendorong Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) agar tidak sekadar menjadi penyebar informasi, tetapi harus naik kelas menjadi penggerak literasi digital yang mampu menjembatani hubungan antara pemerintah, masyarakat, desa, hingga dunia usaha.

“Tugas bersama saat ini bukan hanya memastikan warga mendapatkan sinyal, tetapi menjamin masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk maju. Konektivitas digital diharapkan betul-betul terhubung dengan pelayanan publik, akses pasar, pengetahuan, dan peluang kesejahteraan.

Berita Terkait

Bhayangkari Mamuju Berbagi Kebahagiaan, Dua Nenek Sebatang Kara Terima Bantuan Sembako
BWI Sulbar Dikukuhkan, Suhardi Duka Dorong Wakaf Produktif untuk Tekan Kemiskinan
DKP Sulbar dan Elnusa Perkuat Sinergi, Survey Seismik 3D Kandawulo Berjalan Lancar
Sulbar Siapkan Katalog Versi 6, Sekda Tekankan Kompetensi Pengadaan
Katalog Versi 6, Pemprov Sulbar Perkuat Kompetensi Pengadaan
Rawana Mandar Menggema di TMII, Sulbar Angkat Tradisi Metindor ke Panggung Nusantara
Gubernur Sulbar Apresiasi Penampilan Paskibraka, Penghargaan Diarahkan untuk Penguatan Wawasan Kebangsaan
Enam ASN Sulbar Siap Ukir Prestasi di MTQ KORPRI Makassar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Senter KIM di Pasangkayu, Suraidah: Akses Internet Adalah Soal Keadilan Pembangunan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Bhayangkari Mamuju Berbagi Kebahagiaan, Dua Nenek Sebatang Kara Terima Bantuan Sembako

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:21 WIB

BWI Sulbar Dikukuhkan, Suhardi Duka Dorong Wakaf Produktif untuk Tekan Kemiskinan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:36 WIB

DKP Sulbar dan Elnusa Perkuat Sinergi, Survey Seismik 3D Kandawulo Berjalan Lancar

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:33 WIB

Sulbar Siapkan Katalog Versi 6, Sekda Tekankan Kompetensi Pengadaan

Berita Terbaru

Hallo Polisi

URC Polres Majene Sasar 3C dan Kriminalitas Jalanan

Jumat, 21 Agu 2026 - 19:56 WIB