MAMUJU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat menggelar simulasi gempa bumi di lingkungan kantornya, Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, sebagai langkah konkret memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Simulasi tersebut diikuti oleh seluruh pegawai BPBD Sulbar dan menjadi bagian dari upaya membangun respons cepat serta budaya sadar bencana di lingkungan pemerintahan.
Kegiatan diawali dengan briefing singkat mengenai prosedur keselamatan saat terjadi gempa bumi. Para peserta kemudian menjalani skenario simulasi, mulai dari langkah penyelamatan diri, evakuasi mandiri menuju titik kumpul, hingga pengecekan kehadiran untuk memastikan seluruh pegawai dalam kondisi aman.
Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa latihan rutin seperti ini sangat penting dalam membentuk kesiapan individu maupun kelembagaan.
“Simulasi ini bertujuan agar seluruh pegawai memahami langkah-langkah yang tepat saat terjadi gempa, sehingga dapat meminimalisir risiko korban,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam memperkuat budaya sadar bencana, khususnya di lingkungan instansi pemerintah.
Melalui simulasi ini, BPBD Sulbar berharap dapat meningkatkan kapasitas internal sekaligus menjadi contoh bagi instansi lain dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Upaya ini dinilai penting mengingat wilayah Sulawesi Barat termasuk daerah yang memiliki potensi risiko bencana gempa bumi, sehingga diperlukan kesiapan yang matang dari seluruh elemen, terutama aparatur pemerintah sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana.










