Sipir Berhati Malaikat

- Jurnalis

Rabu, 7 Agustus 2024 - 04:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasangkayu, 06 Agustus 2024 – Di Rumah Tahanan Negara, suasana kehangatan keluarga terasa begitu kuat. Setiap hari, tenaga kesehatan (nakes) dan petugas piket rutin melakukan kunjungan ke kamar-kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesehatan dan kebutuhan para WBP terpenuhi dengan baik.

Kunjungan ini tidak sekadar formalitas. Para nakes dan petugas piket dengan teliti memeriksa kondisi kesehatan WBP, memberikan pengobatan yang diperlukan, serta mendengarkan keluhan dan kebutuhan mereka. Seperti anggota keluarga yang peduli, mereka memberikan perhatian dan dukungan dengan penuh kasih sayang.

Salah satu WBP menyampaikan rasa terima kasihnya, “Kami merasa diperlakukan seperti keluarga di sini. Perhatian dan kepedulian yang diberikan sangat berarti bagi kami.” Ucap RN mengenai perlakuan para Petugas terhadap warga binaan

Pihak Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pasangkayu menegaskan bahwa upaya ini adalah bagian dari komitmen mereka untuk memberikan pelayanan yang manusiawi dan layak bagi para WBP. Selain perawatan kesehatan, mereka juga menyediakan dukungan psikologis dan bimbingan, dengan harapan dapat membantu proses rehabilitasi dan reintegrasi para WBP ke masyarakat.

“Merupakan kewajiban kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik untuk teman-teman warga binaan, selalu saya sampaikan bahwa saya dan petugas Rutan Pasangkayu selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik” Ujar Tisep Oven Harry saat dijumpai di Kantornya

Kehadiran rutin nakes dan petugas piket ini bukan hanya bentuk tanggung jawab, tetapi juga bukti nyata bahwa di balik tembok penjara, masih ada ruang untuk kemanusiaan dan kepedulian. Dengan pendekatan yang hangat dan penuh empati, mereka menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan dan pembelajaran bagi para WBP, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik.

Berita Terkait

Karhutla Mamuju-Mateng Jadi Sorotan, BPBD Sulbar Perkuat Koordinasi
BMKG Prediksi Musim Hujan Sulbar Mundur, BPBD Ingatkan Ancaman Karhutla hingga Banjir
Bukan Cuma Sapi, IB Kerbau Mulai Digenjot di Mamasa, Genetik Ternak Jadi Fokus
APBD Sulbar 2027 Terancam Tak Cukup, Junda Maulana: Ada Program Sulit Dipenuhi
7 Event Sulbar Masuk Seleksi KEN 2027, Festival Sandeq Jadi Andalan
Bapenda Sulbar Gandeng Ditlantas Polda, Bidik Potensi PKB Lewat Data NRKB
30 Nakes Sulbar Digembleng, Siap Hadapi Krisis Gizi Saat Bencana
52.329 Kasus ISPA di Sulbar, Balita dan Lansia Jadi Perhatian
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Karhutla Mamuju-Mateng Jadi Sorotan, BPBD Sulbar Perkuat Koordinasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:43 WIB

BMKG Prediksi Musim Hujan Sulbar Mundur, BPBD Ingatkan Ancaman Karhutla hingga Banjir

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bukan Cuma Sapi, IB Kerbau Mulai Digenjot di Mamasa, Genetik Ternak Jadi Fokus

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:35 WIB

APBD Sulbar 2027 Terancam Tak Cukup, Junda Maulana: Ada Program Sulit Dipenuhi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:14 WIB

7 Event Sulbar Masuk Seleksi KEN 2027, Festival Sandeq Jadi Andalan

Berita Terbaru