Lawan Penipuan Digital, Pemprov Sulbar Luncurkan Scam Ready ASEAN!

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) terus memperkuat literasi digital untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi perkembangan teknologi. Melalui program Scam Ready ASEAN, Pemprov Sulbar berupaya membekali pelajar, guru, dan masyarakat dengan kemampuan mengenali serta menghindari penipuan digital.

Program yang digagas melalui kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar bersama Kaizen Collaborative Impact (Yayasan Cipta Manusia Indonesia) tersebut diluncurkan secara daring melalui Zoom pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini diikuti langsung Gubernur Sulbar Suhardi Duka, didampingi Kepala Disdikbud Sulbar, Muhammad Nehru Sagena.

Peluncuran Scam Ready ASEAN menjadi bagian dari implementasi misi Pancadaya Gubernur Suhardi Duka, khususnya dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Kepala Disdikbud Sulbar, Muhammad Nehru Sagena, mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketahanan masyarakat, terutama pelajar dan guru, dalam menghadapi penipuan digital serta berbagai ancaman keamanan di ruang daring.

“Program ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan dan ketahanan pelajar, guru, serta masyarakat dalam menghadapi penipuan digital dan berbagai ancaman keamanan di ruang daring,” kata Nehru, Kamis (22/10/2026).

Menurutnya, program ini merupakan kelanjutan kerja sama Pemprov Sulbar dengan Kaizen Collaborative Impact yang telah terjalin melalui nota kesepahaman pada 2 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Rangkaian kelas Scam Ready ASEAN di Sulawesi Barat direncanakan mulai November 2026. Pelaksanaannya akan melibatkan satuan pendidikan, kepala sekolah SMA/SMK, guru, siswa, serta pemangku kepentingan terkait guna memperluas pemahaman mengenai keamanan digital.

Program ini melengkapi inisiatif AI Ready ASEAN yang sebelumnya telah dijalankan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat pendidikan mengenai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Suhardi Duka juga menerima piagam penghargaan atas komitmen Pemprov Sulbar dalam pelaksanaan program AI Ready ASEAN. Berdasarkan piagam tertanggal 20 Oktober 2026, program tersebut telah menjangkau 70 satuan pendidikan SMA dan SMK di Sulawesi Barat.

Total penerima manfaat tercatat mencapai 26.134 orang, terdiri atas 2.839 guru dan 23.295 siswa. Capaian ini menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat literasi digital sekaligus mempersiapkan tenaga pendidik dan peserta didik menghadapi perkembangan teknologi.

Nehru menjelaskan, AI Ready ASEAN dan Scam Ready ASEAN memiliki fokus berbeda, tetapi saling melengkapi. AI Ready ASEAN menitikberatkan pada pemahaman kecerdasan buatan, sedangkan Scam Ready ASEAN berfokus pada peningkatan kewaspadaan terhadap penipuan digital dan keamanan saat beraktivitas di internet.

Scam Ready ASEAN merupakan bagian dari inisiatif regional yang didukung ASEAN Foundation dan Google.org, dengan Kaizen Collaborative Impact sebagai mitra pelaksana lokal.

BEASISWA UNTUK ANAK TIDAK SEKOLAH

Selain memperkuat literasi digital, Pemprov Sulbar juga mendorong perluasan akses pendidikan bagi anak tidak sekolah (ATS). Dalam rangkaian peluncuran program tersebut, dilakukan penyerahan beasiswa pendidikan secara simbolis kepada perwakilan ATS binaan pemerintah daerah di ruang kerja gubernur.

Langkah ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya mengembalikan anak-anak yang tidak lagi mengakses pendidikan agar memiliki kesempatan melanjutkan pembelajaran dan meraih masa depan yang lebih baik.

Nehru berharap, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan mitra program dapat memperkuat perlindungan masyarakat di ruang digital sekaligus memperluas kesempatan memperoleh pendidikan.

Melalui program AI Ready ASEAN, Scam Ready ASEAN, dan dukungan beasiswa bagi anak tidak sekolah, Pemprov Sulbar berupaya menciptakan generasi yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu melindungi diri dari ancaman digital, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Berita Terkait

Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan
Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata
Bapenda Sulbar Gencarkan Pengawasan Rokok Ilegal, Pedagang Diimbau Waspada!
Sulbar Jajaki Kerja Sama dengan Amerika Serikat, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas
Sekda Sulbar Junda Maulana Luncurkan SI-EVAL KINANTI, Evaluasi Kinerja Pemerintah Kini Digital
DKP Sulbar Matangkan APBD 2027, Target PAD Rp670 Juta dan Efisiensi Anggaran Jadi Fokus
Gubernur Sulbar Kukuhkan Pengurus FKUB 2026–2031, Kerukunan Umat Beragama Jadi Prioritas
BPBD Sulbar Salurkan 6.000 Liter Air Bersih di Mamuju, Warga Terdampak Kekeringan Dibantu
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Bapenda Sulbar Gencarkan Pengawasan Rokok Ilegal, Pedagang Diimbau Waspada!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Lawan Penipuan Digital, Pemprov Sulbar Luncurkan Scam Ready ASEAN!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sulbar Jajaki Kerja Sama dengan Amerika Serikat, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

Berita Terbaru

Advertorial

Lawan Penipuan Digital, Pemprov Sulbar Luncurkan Scam Ready ASEAN!

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:26 WIB