Tahan Kepiting Milik Warga, LSM Jari Manis Sulbar Kecam Tindakan Balai Karantina Sulbar

MAMUJU — Iqbal, pengurus LSM Jaringan Masyarakat Non Partisan (Jari Manis) Sulbar menyesalkan tindakan petugas Balai Karantina Sulbar. Apalagi, kepiting yang dibawa tidak dalam jumlah banyak. Hanya untuk dikonsumsi di hari lebaran saja.

Kejadian ini dialami oleh Ardi (30 Tahun), warga Dusun Salubarana, Desa Lara, Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah (Mateng) yang mengalami nasib apes saat tiba di pelabuhan Simboro, Mamuju, Minggu (16/6/24) Sore.

Iqbal menyebutkan, harusnya petugas balai karantina sulbar bisa arif dan bijaksana. Ini bukan penyelundupan. Ini tidak untuk diperjualbelikan. Tidak juga dalam jumlah banyak. Ini momen lebaran, untuk dinikmati bersama keluarga.

“Kebiasaan petugas-petugas kita sangat tegas pada rakyat kecil, tapi kepada orang-orang besar mana berani mereka seperti ini,” tegas Iqbal.

Apalagi, tambah Iqbal, pihak Balai selama ini juga tidak masif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Jadi mana mungkin warga-warga di Desa tahu aturan-aturan seperti ini.

“Pernah tidak sosialisasi langsung ke Desa-desa. Jujur, saya sangat menyesalkan tindakan yang tidak arif dan bijaksana yang dilakukan petugas Balai Karantina,” tegasnya lagi.

“Saya kasihan sama keluarga yang bawaannya tadi disita. Niatnya ingin membawakan oleh-oleh keluarganya berupa kepiting, tapi sayang sekali karena langsung disita oleh pihak Balai,” pungkasnya.

Bagikan...

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *