Iklan Google AdSense

Tidak Perlu Ada Korban Seperti Saat Feformasi 98′

- Jurnalis

Selasa, 5 April 2022 - 03:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Hajrul Malik
Aktivis “98

Iklan Bersponsor Google

OPINI — Indonesia terkenal paling demokratis di dunia saat ini, betapa tidak, Mulai pilpres sampai pemilihan kepala desa menjadi area terbuka untuk diikuti oleh siapapun itu tanpa memandang latar belakang etnis, agama bahkan status sosial selama memenuhi syarat-syarat formal yg ditetapkan undang-undang.

Hasilnya, melahirkan para pemimpin dari latarbelakang beragam dan tentu dengan corak model kepemimpinan yang juga berbeda beda. Mereka  Lahir dari kalangan elit sampai rakyat biasa, pemimpin laki laki maupun perempuan, sudah menjadi hal lumrah karena memang kita setuju kepemimpinan itu dapat memilih siapa saja tanpa batas gender dan apapun sebagai tembok pemisahnya asalkan memiliki kapasitas leadership yang kuat.

Secara demokratis mereka diberi kesempatan memimpin negeri ini ataupun daerah maksimal 2 periode atau selama 10 tahun.  Waktu 10 tahun itu cukup untuk menguji pembuktian keberpihakan pemimpin pada rakyatnya, bukan seperti era orde baru berkuasa sampai 32 tahun atau hampir 7 periode.

Batasan kepemimpinan ini dipuji oleh seluruh kalangan termasuk dunia, bahwa Indonesia benar benar telah menjadi sangat Demokratis di dunia. ini merupakan bagian dari berkah reformasi dengan merubah konstitusi menjadi hanya dapat memimpin 2 periode.

Baca Juga :  Anggota Kodim Polman Gencar Lakukan Karya Bakti Pembersihan Lingkungan

Tiba tiba keelokan sikap rakyat ini dirubah oleh hirup pikuk yg menurut saya di desain sejumlah kalangan yang takut berkompetisi 2024 atau tidak ingin kehilangan kekuasaan dengan membuka wacana tunda pemilu atau presiden dapat dicalonkan 3 periode.

Menurut saya hanya orang  yang tidak waras  yang membuka wacana perubahan konstitusi pada sesuatu yg tidak faedah. Saya setuju ungkapan seorang pakar menyebutkan bahwa ini semacam “Terorisme konstitusi”

Mungkin ada fakta pada negara lain seperti Putin dan Erdogan, yg melakukan perubahan pada konstitusi mereka untuk melegalkan kecintaan rakyatnya pada pemimpin yg mereka sukai, tapi pada pemimpin yg berkonstribusi pada kemelaratan rakyatnya, sama sekali tidak ada dalil yg bisa menjembatani ke arah sana. Entah itu dalil hukum berdemokrasi, apalagi dalil aqli atau “nalar sehat”.

Melihat aksi mahasiswa yang mulai turun ke jalan beberapa hari ini, pertanda buruk bahwa kepemimpinan Nasional harus merespon secara baik agar tidak berjatuhan korban seperti 98 silam.

Baca Juga :  LINGKAR Polman Gekar Aksi Demo, Sorot Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan

Naluri kemahasiswaan saya terusik..seolah ini tahun 98..beberapa negara sudah mulai terkapar karena krisis keuangan dan ancaman krisis pangan..perang Rusia vs Ukraina hanyalah pemicu, tapi substansi kondisi negeriku memang sudah demikian adanya, akibat banyak yang salah urus pada negara dan maupun daerah yg diberi mandat rakyat, hasil pemilu 2019 lalu.

Saya  ingin merespon bahwa hanya orang orang cacat secara nurani dan rusak Indra kemanusiaannya yg mau merubah konstitusi untuk sesuatu yang sama sekali tidak faedah bagi rakyat dan kemanusiaan hari ini.

Hanya saja semua perlawanan ini, harus dilawan dengan cara konstitusional juga.. pemilu 2024 harus tetap digelar, agar ada kesempatan bagi rakyat menghakimi pelaksana kepemimpinan baik nasional maupun daerah yg tidak becus urus negara dan rakyat.

Seketika memori 98 saya terusik, melihat beberapa video pendek yang bertebaran di beranda ku. Mungkin karena tv saya sedang rusak, sehingga saya belum melihat liputan ini di TV.

Hidup mahasiswa aaaaaaa

Iklan Google AdSense

Berita Terkait

MPDN Lakukan Pemeriksaan Protokol Notaris di Mamasa
Peduli Korban Bencana Alam di Sumatera, Polresta Mamuju Serahkan Bantuan di Posko Taman Karema
Kapolresta Mamuju Hadiri Perayaan Natal Oikumene 2025 dan Ramah Tamah Keluarga Besar PT. Manakarra Unggul Lestari
Personel Polresta Mamuju Galang Bantuan untuk Korban Bencana Alam di Sumatera
Satreskrim Polresta Mamuju Intensifkan Pencarian Tersangka Nasrullah, Kades Tanam Buah Terkait Kasus Korupsi
Polresta Mamuju Tetapkan BR sebagai Tersangka dalam Kasus Pembunuhan di Desa Pokkang, Kalukku
Redam konflik Berkepanjangan, Bhabinkamtibmas Polsek Mamuju Inisiasi Mediasi Kasus Penganiayaan
Wakili Kakanwil Kemenkum Sulbar, Kadiv Yankum Hadiri Upacara Peringatan HUT Korpri ke 54 Tingkat Provinsi Sulawesi Barat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 19:44 WIB

MPDN Lakukan Pemeriksaan Protokol Notaris di Mamasa

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:04 WIB

Peduli Korban Bencana Alam di Sumatera, Polresta Mamuju Serahkan Bantuan di Posko Taman Karema

Kamis, 4 Desember 2025 - 19:32 WIB

Kapolresta Mamuju Hadiri Perayaan Natal Oikumene 2025 dan Ramah Tamah Keluarga Besar PT. Manakarra Unggul Lestari

Kamis, 4 Desember 2025 - 07:42 WIB

Personel Polresta Mamuju Galang Bantuan untuk Korban Bencana Alam di Sumatera

Rabu, 3 Desember 2025 - 19:21 WIB

Satreskrim Polresta Mamuju Intensifkan Pencarian Tersangka Nasrullah, Kades Tanam Buah Terkait Kasus Korupsi

Berita Terbaru