MAMUJU – Operasi Pencarian dan Pertolongan (Ops SAR) terhadap Suhardi (21), penumpang KM. Bukit Siguntang yang jatuh di Perairan Selat Makassar, Majene, akhirnya resmi dihentikan. Setelah tujuh hari penyisiran intensif tanpa hasil, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mamuju menyatakan korban hilang dan operasi resmi ditutup pada Jumat sore.
Pencarian hari ketujuh dimulai pukul 07.00 WITA, melibatkan Tim Rescue Pos SAR Majene bersama kru RIB 02. Area pencarian kembali diperluas dengan membagi dua Search and Rescue Unit (SRU):
SRU 1 (RIB 01) menyisir area seluas 54 nautical mile pada radial 327° menuju Utara Barat Laut.
SRU 2 (RIB 02) bergerak pada luasan yang sama menuju radial 271° ke arah Barat.
Seharian penuh tim SAR gabungan berupaya menelusuri area perairan yang menjadi titik jatuhnya korban. Namun hingga pukul 17.00 WITA, tidak ada tanda-tanda keberadaan Suhardi. Hasil evaluasi menyeluruh dan koordinasi dengan keluarga memastikan bahwa seluruh unsur telah melakukan pencarian maksimal sesuai standar operasi.
Atas dasar itu, Basarnas Mamuju secara resmi menyatakan Ops SAR ditutup dan korban dinyatakan hilang. Kendati demikian, Basarnas bersama Stasiun Radio Pantai (SROP) Mamuju akan tetap melakukan monitoring lanjutan apabila di kemudian hari terdapat informasi baru terkait penemuan korban di wilayah perairan setempat.
Sekitar pukul 17.45 WITA, seluruh unsur SAR kembali ke kesatuan masing-masing. Penutupan operasi turut disertai ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk personel SAR, TNI-Polri, relawan, dan unsur maritim lainnya yang telah bekerja keras selama tujuh hari penuh.
Dengan ditutupnya operasi ini, keluarga korban diharapkan tetap tabah sembari menunggu perkembangan lanjutan dari hasil pemantauan di lapangan.










