Wagub Sulbar Dorong Evaluasi Program: Stunting dan Kemiskinan Ditangani Secara Maksimal

- Jurnalis

Selasa, 5 Agustus 2025 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polewali Mandar – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S Mengga, menghadiri dan membuka secara resmi kegiatan Workshop Implementasi Program Pencegahan dan Penanganan Stunting serta Kemiskinan Ekstrem Terpadu yang diselenggarakan di aula kantor Bupati Polewali Mandar pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengatasi dua isu prioritas nasional, yaitu stunting dan kemiskinan ekstrem, khususnya di Polewali Mandar yang angka stuntingnya masih berada di angka 31,50 persen. Workshop ini dihadiri oleh Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, dan jajaran pemerintah daerah, kepala puskesmas, Camat, dan pemangku kepentingan.

Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S Mengga, sekaligus ketua TIM Terpadu penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem, menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi dan kolaboratif dalam upaya percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Stunting bukan hanya isu kesehatan, melainkan isu pembangunan manusia. Demikian pula kemiskinan ekstrem harus ditangani dengan program-program yang menyentuh langsung akar permasalahan, seperti akses pangan, pendidikan, dan sanitasi,” ujarnya.

Pemprov Sulbar mengambil kebijakan bahwa untuk menyelesaikan masalah stunting dan kemiskinan ekstrem harus ada kolaborasi antara Pemprov Sulbar dan kabupaten sampai kecamatan hingga desa. Gubernur Suhardi Duka juga meminta agar setiap pejabat menjadi “orang tua asuh” dan membebani 10 orang, serta mengangkat 100 anak stunting dan membantunya secara pribadi.

Wakil Gubernur berharap bahwa workshop ini dapat memperkuat koordinasi dan menyusun langkah-langkah konkret dalam mencapai target nasional penurunan stunting hingga 14% dan penghapusan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun-tahun mendatang.

Workshop ini juga diisi dengan diskusi panel, pemaparan praktik baik dari daerah lain, serta perumusan rekomendasi strategis yang dapat diterapkan di Polewali Mandar. (Rls)

Berita Terkait

BKPSDM Sulbar Perkuat Kompetensi Satpol PP, Teknik Advokasi Perda Jadi Sorotan
Buka Musda IV APDESI Sulbar, Junda Maulana Tegaskan Kunci Pembangunan Ada di Desa
DKPPKB Sulbar dan PMI Edukasi 80 Warga Pasa’bu, Hidup Sehat Dimulai dari Keluarga
Legenda La Salaga dan Keris Manurung Siap Menggema di TMII, Sulbar Angkat Sejarah Kerajaan Mamuju
Sulbar Kejar Pemerataan Listrik, 84 Lokasi Masuk Target Pembangunan Lisdes 2026!
Anjungan Sulbar di TMII Jadi Pusat Edukasi Budaya, Mahasiswa STIE Banten Antusias Mengenal Tradisi Mandar
Anjungan Sulbar di TMII Benahi Aset Budaya, Tenun Sekomandi hingga Miniatur Sandeq Jadi Perhatian
Karateka Se-Indonesia Adu Prestasi di Mamuju, SDK: Generasi Muda Harus Berjiwa Juang!
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:17 WIB

BKPSDM Sulbar Perkuat Kompetensi Satpol PP, Teknik Advokasi Perda Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Buka Musda IV APDESI Sulbar, Junda Maulana Tegaskan Kunci Pembangunan Ada di Desa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:41 WIB

DKPPKB Sulbar dan PMI Edukasi 80 Warga Pasa’bu, Hidup Sehat Dimulai dari Keluarga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Legenda La Salaga dan Keris Manurung Siap Menggema di TMII, Sulbar Angkat Sejarah Kerajaan Mamuju

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Sulbar Kejar Pemerataan Listrik, 84 Lokasi Masuk Target Pembangunan Lisdes 2026!

Berita Terbaru