Wujudkan Perlindungan Kekayaan Intelektual, DJKI Berikan Layanan Langsung kepada Masyarakat Majene dalam Acara Mobile Intellectual Property Clinic

Majene – Selama pelaksanaan Mobile Intellectual Property Clinic (MIC) 2024 yang dilaksanakan oleh Kanwil Kemenkumham Sulawesi Barat, Tim Ahli dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual secara aktif melakukan pelayanan kepada masyarakat di Majene. Layanan konsultasi dan pendaftaran serta pencatatan kekayaan intelektual berupa pendaftaran merek, pendaftaran desain industry, pendaftaran paten, pencatatan cipta, pencatatan KI komunal, indikasi geografis.

“Tim Ditjen KI hadir dan mendukung kegiatan MIC di Sulbar karena kegiatan ini sejalan dengan program kami untuk melindungi kekayaan intelektual. Silahkan masyarakat Majene hadir di Gedung Assamalewuang untuk berkonsultasi dengan tim DJKI” ujar Totok Rikanto selaku wakil dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Totok menjelaskan bahwa layanan dari DJKI dalam kegiatan MIC di Majene Sulbar adalah merupakan upaya jemput bola mendekatkan layanan kepada masyarakat, salah satunya adalah UMKM. “Saat ini berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawei Barat, terdapat 117.630 UMKM yang tersebar pada Kabupaten di Sulawesi Barat, dimana peran perlindungan kekayaan intelektual pada produk-produk atau jasa yang dihasilkan sangat dibutuhkan dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya ke depan karena memiliki daya saing yang lebih tinggi dan terlindungi dari tindakan kecurangan berusaha, peniruan dan pemalsuan produk/ jasa, atau penggunaan secara tanpa hak atas  KI-nya  oleh pihak lainnya” ujar Totok.

Senada dengan Totok, Kakanwil Pamuji Raharja juga menyampaikan bahwa pemilihan majene sebagai tempat pelaksanaan MIC 2024 didasarkan pada upaya mendekatkan pelayanan pendaftaran dan pencatatan kekayaan intelektual di Majene. “Sebagai kota pendidikan dan banyak memiliki UMKM, saya berharap layanan kekayaan inteletual melalui kegiatan MIC akan secara nyata dapat bermanfaat bagi akademisi dan pelaku UMKM di Majene melalui pendaftaran dan pencatatan kekayaan intelektual” ujar salah seorang Kakanwil unit wilayah di bawah kepemimpinan Menkumham. Yasonna itu.

Seperti diketahui kegiatan Mobile Intellectual Property Clinic dilaksanakan oleh Kanwil Kemenkumham Sulawesi Barat di Gedung Assamalewuang Majene pada tanggal 26 sampai 28 Juni 2004. Tema yang diusung pada kegiatan MIC tahun 2024 adalah Dari Bumi Mandar Sulawesi Barat Bersinergi Lindungi Indikasi Geografis untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan.  “Tema ini sengaja diusung dengan memadukan tahun 2024 sebagai indikasi geografis dan tema hari ulang tahun kekayaan inteleKtual sedunia yang mempunyai kaitan dengan pembangunan berkelanjutan” ujar Kadivyankumham Sulbar, Rahendro Jati saat menyampaikan laporan pelaksanaan saat pembukaan MIC.

Bagikan...

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *