Wujudkan WBK, Rutan Pasangkayu Lakukan Kunjungan Kerja Lapas Rangkasbitung

Studi TIiru WBK, Rutan Pasangkayu Lakukan Kunjungan Kerja ke Lapas Kelas III Rangkasbitung. Foto: Rutan Pasangkayu/dok (24/01)

Pasangkayu – Dalam rangka terus meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola kelembagaan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pasangkayu, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung. Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari studi tiru terhadap implementasi Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di Rutan Pasangkayu, Kamis (18/01).

Kepala Rutan Pasangkayu, Tisep Oven Harry menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan wawasan dan pembelajaran langsung mengenai praktik terbaik dalam mewujudkan WBK. WBK merupakan upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih, bebas korupsi, dan melayani dengan baik, sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Bacaan Lainnya

“Kami ingin memahami implementasi WBK secara langsung dan memetik pengalaman dari lembaga pemasyarakatan lain yang telah berhasil menerapkan konsep ini. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan panduan untuk meningkatkan kinerja dan integritas di Rutan Pasangkayu,” ujar Tisep.

Dalam kunjungan ini, rombongan dari Rutan Pasangkayu bertemu dengan pejabat dan staf Lapas Kelas III Rangkasbitung. Mereka berdiskusi tentang berbagai aspek yang terkait dengan penerapan WBK, termasuk tata kelola kelembagaan, manajemen sumber daya manusia, dan sistem pelayanan.

Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung, Suriyanta Leonardo Situmorang menyampaikan kebanggaan tersendiri bagi pribadi dan keluarga Lapas Rangkasbitung dapat berbincang dan bertukar ilmu mengenai zona integritas bersama Rutan Pasangkayu

“Tentu kami sangat bangga menerima kunjungan kali ini, semoga studi tiru kali ini dapat membawa kebaikan bagi kita semua dalam memberikan pelayanan pada masyarakat,” ujar Suriyanta.

Studi tiru ini menjadi bagian dari upaya Rutan Pasangkayu untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan mengadopsi praktik terbaik dari Lapas Kelas III Rangkasbitung yang telah mendapatkan predikat WBK, diharapkan Rutan Pasangkayu dapat menjadi contoh dalam menciptakan lingkungan kerja yang transparan, akuntabel, dan bebas korupsi.

Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Sulbar, Marasidin, memberikan dukungan atas upaya Rutan Pasangkayu dalam meningkatkan tata kelola kelembagaan dan pelayanan.

“Semoga dengan studi tiru ini, Rutan Pasangkayu dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan warga binaan,” ujarnya.

Bagikan...

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *