- Jurnalis

Kamis, 24 Desember 2020 - 06:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angkat tema Plurality of Indonesia, Forum Mahasiswa Studi Agama se-Indonesia Gelar Sekolah Perdamaian

MAKASSAR — Forum Mahasiswa Studi Agama-Agama Se-Indonesia (FORMASAA-I) berhasil menyelenggarakan Sekolah Perdamaian dengan mengangkat tema Plurality of Indonesia yang dilaksanakan via daring dengan memakia aplikasi Google Meet dan Zoom.

Pembukaannya dilakukan pada Jum,at, 18 Desember 2020 yang dibukka langsung oleh Pembina Formasaai Dr. Rakeeman R.A.M Jumaan.

Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari mulai tanggal 18 sampai 20 Desember 2020.
Pada hari pertama setelah pembukaan dilaksanakan Movie Screening & Discussion (Unfinished Indonesia) dengan menghadirkan dua narasumber. Pertama adalah Iqbal Annaf selaku Dosen CRCS UGM dan kedua adalah Ibnu Nadzir Daraini dari peneliti PMB (Pusa Penelitian Masyarakat & Budaya)-LIPI.

Filem yang di bedah pada sesi pertama ini adalah Unfinished Indonesia yang digagas oleh CRCS, Paree School of Global Studies-Buston University dan Watchdoc. Selanjutnya, sesi kedua Webinar Nasional dengan tema “Dehumanisasi: Ancaman Kerukunan & Kejayaan Bumi Pertiwi.

Pada sesi ini, narasumber ada tiga, diantaranya Ismail Alhabi selaku Direktur Walhi Jawa Tengah, Dewi Praswida yang sebelumnya sebagai Dilegation Of-Synodal Meeting For Yong People In Vatican, Rome, Italy 2019 dan Muryana dari Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI).

Pada hari ketiga mengangkat tema “Seni dan Agama”, pertama dilakukan pembacaan kitab/do’a dari perwakilan setiap agama, seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, Penghayat dan Baha’I. Setelah itu dilanjutkan dengan pemutaran lagu perdamaian dan dialog tentang Seni dan Agama yang menghadirkan dua narasumber, diantaranya Abdullah Ibnu Thalhah Selaku Sekertaris Jurusan ISAI dan Pembina Komunitas Rumah Rupa Walisongo (RRW) dan Dr. KH. Zastrouw Al-Ngatawi yang seorang Budayawan dan selaku Juru bicara Abdurrahman Wahid atau sering disapa Gus Dur saat masih menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Sekolah perdamaian ini diadakan karena melihat Indonesia sebagai negara Plural dimana pemahaman tetang pentingnya perdamaian sangatlah dibutuhakan agar perdamaian serta sikap toleransi dapat lebih ditingkatkkan.

Harapan dari FORMASAAI, dirkursus tentang pentingnya perdamaian serta paham pluralisme sangat dibutuhkan di Indonesia, oleh karena itu diharapkan kegiatan ini walaupun dilaksanakan secara during (Online) via g.meet dan zoom akan menjadi pemantik agar kegiatan seperti ini semakin sering dilakukan serta alumni dari sekolah perdamaian ini bisa menjadi agen perdamaian di daerahnya masing-masing.

Berita Terkait

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan
Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri
Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident
Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov
Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan
Tiga Pelaku Judi Kiu-Kiu Diciduk di Campaloga, Polisi Sita Uang dan Kartu Domino
Masyarakat Nikmati Aktivitas di Malam Minggu, Polisi Mamuju Siaga di Persimpangan Jalan
Kapolres Metro Depok Pimpin Apel Siaga Jelang Aksi Unjuk Rasa
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:32 WIB

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 20:42 WIB

Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri

Selasa, 1 September 2026 - 19:54 WIB

Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WIB

Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan

Berita Terbaru