Sejumlah Akun Media Sosial Diduga Sebar Hoaks dan Black Campaign Terhadap Paslon Tina-Yuki di Pilkada Mamuju 2024

- Jurnalis

Senin, 14 Oktober 2024 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU —  Dalam gelaran Pilkada Mamuju 2024, pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1, Siti Sutinah Suhardi dan Yuki Permana (Tina-Yuki), menjadi sasaran black campaign yang disebarkan melalui sejumlah akun media sosial. Akun-akun tersebut diduga menyebarkan konten hoaks dengan tujuan menggiring opini publik untuk tidak memilih paslon Tina-Yuki.

Beberapa akun media sosial diduga telah memelintir informasi terkait pasangan ini, menyebarkan konten yang menyesatkan dan provokatif. Salah satu upaya yang dilakukan oleh oknum di balik akun-akun tersebut adalah memalsukan gambar dan video yang memuat foto calon bupati, Siti Sutinah Suhardi. Gambar tersebut memuat narasi bahwa Sutina memanfaatkan Bantuan Gempa Tahap II sebagai bahan kampanye, sebuah tuduhan yang tidak berdasar.

Menanggapi hal ini, Apriadi Basri, perwakilan dari tim Tina-Yuki, telah melaporkan beberapa akun yang terlibat penyebaran hoaks ini ke Bawaslu Mamuju pada Senin (14/10/2024). Laporan tersebut berisi data beberapa akun yang diduga menyebarkan gambar dan video yang dimanipulasi, bertujuan untuk menghasut masyarakat agar menyalahkan Siti Sutinah Suhardi terkait penggunaan Bantuan Gempa Tahap II untuk kepentingan kampanye.

“Faktanya, Ibu Sutina hanya menyampaikan informasi terkait proses atau tahapan Bantuan Gempa Tahap II yang dilaksanakan oleh BPBD Kabupaten Mamuju. Ia tidak pernah menjanjikan atau memanfaatkan bantuan tersebut dalam kampanyenya,” jelas Apriadi dalam keterangannya.

Ia juga menambahkan bahwa selama masa kepemimpinannya sebagai Bupati Mamuju, Siti Sutinah Suhardi telah berupaya maksimal dalam memastikan penyaluran bantuan gempa tahap II berjalan dengan lancar dan adil. “Namun, ada saja pihak yang tidak senang dengan niat baik tersebut dan mencoba menjatuhkan Ibu Sutina melalui berita hoaks dan kampanye hitam,” tambahnya.

Laporan yang disampaikan ke Bawaslu Mamuju diterima dengan baik, dan lembaga pengawas pemilu tersebut akan segera mengumpulkan bukti-bukti dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini. Proses hukum terhadap akun-akun media sosial yang menyebarkan informasi palsu diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku penyebaran hoaks dalam pesta demokrasi ini.

Kasus ini menambah daftar panjang upaya black campaign yang sering terjadi di setiap kontestasi politik, khususnya Pilkada, dan menjadi tantangan besar bagi penyelenggara pemilu dalam menjaga integritas demokrasi.

Berita Terkait

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan
Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri
Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident
Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov
Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan
Tiga Pelaku Judi Kiu-Kiu Diciduk di Campaloga, Polisi Sita Uang dan Kartu Domino
Masyarakat Nikmati Aktivitas di Malam Minggu, Polisi Mamuju Siaga di Persimpangan Jalan
Kapolres Metro Depok Pimpin Apel Siaga Jelang Aksi Unjuk Rasa
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:32 WIB

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 20:42 WIB

Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri

Selasa, 1 September 2026 - 19:54 WIB

Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WIB

Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan

Berita Terbaru