Cegah Paham Radikalisme, Diperlukan Sinergitas Pemerintah dan Masyarakat

- Jurnalis

Jumat, 31 Januari 2025 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU –  Dengan membangun bersama jaringan informasi dan komunikasi yang baik diseluruh kalangan masyarakat, akan dapat mengantisipasi segala kemungkinan munculnya isu Sara, serta pula dapat mencegah usaha memecah belah umat disetiap pragmatisme kepentingan yang bisa saja dimasuki oleh paham-paham radikal.

Demikian tutur Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Mamuju Mamuju Dr. H. Mustapa Tangngali, S.Ag., M.A., saat diwawancarai via handphone Jumat, 24 Januari 2025.

Mustapa menerangkan, secara etimologis (kebahasaan), radikalisme agama berarti berlebih-lebihan dalam memahami konsep keagamaan sampai melewati kebenaran. Sedangkan secara terminologis, radikalisme agama berarti perilaku keagamaan yang menyalahi syariat, yang mengambil karakter keras sekali antara dua pihak yang bertikai, yang bertujuan merealisasikan target-target tertentu, atau bertujuan merubah situasi sosial tertentu dengan cara yang menyalahi aturan agama.

Lebih lanjut Kakankemenag mengatakan, ciri-ciri kaum radikal antara lain fanatik terhadap pendapatnya sendiri sampai pada batas tidak mengakui pendapat orang lain, sikap keras bukan pada tempatnya, kasar dalam berinteraksi dengan orang lain, berburuk sangka kepada orang lain dan memandang mereka dengan pandangan pesimis, tidap melihat kebaikan mereka, tetapi memperbesar kesalahan mereka.

“Prinsip utama kaum radikal adalah menuduh dan menghakimi orang lain, menghalalkan darah dan harta benda mereka tanpa hak. Kaum minoritas yang radikal juga tidak segan-segan mengkafirkan golongan lainnya,” tutur Mustapa.

Diakhir penjelasannya, Kakankemenag Kab. Mamuju itu menyampaikan, “untuk mencegah semakin berkembangnya paham radikal dan isu Sara di masyarakat, diperlukan kerjasama dari semua lini. Bukan hanya pemerintah dan kementerian agama, akan tetapi seluruh lapisan masyarakat dengan membangun kolaborasi dan koordinasi yang baik. Sehingga empat pilar berbangsa (Pancasila, UDD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) yang menjadi falsafah dan pedoman hidup tetap terjaga dan selalu diimplementasikan ke dalam setiap sendi-sendi kehidupan”. Pungkas Mustapa.

Berita Terkait

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan
Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri
Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident
Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov
Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan
Tiga Pelaku Judi Kiu-Kiu Diciduk di Campaloga, Polisi Sita Uang dan Kartu Domino
Masyarakat Nikmati Aktivitas di Malam Minggu, Polisi Mamuju Siaga di Persimpangan Jalan
Kapolres Metro Depok Pimpin Apel Siaga Jelang Aksi Unjuk Rasa
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:32 WIB

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 20:42 WIB

Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri

Selasa, 1 September 2026 - 19:54 WIB

Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WIB

Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan

Berita Terbaru