Stop Konflik Agraria! Wagub Sulbar Arahkan Alih Fungsi Lahan Sawit untuk Cetak Sawah Baru

- Jurnalis

Rabu, 9 Juli 2025 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju – Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga memastikan pemerintah akan menggenjot produktivitas pertanian lewat perbaikan irigasi dan pencetakan sawah.

Hal ini ia sampaikan saat menghadiri pesta panen padi di Desa Beru-beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Rabu 9 Juli 2025.

“Kita di Mamuju ini banyak yang tadah hujan. Ada pengairan, tetapi tidak berfungsi secara maksimal seperti di Tommo dan beberapa tempat,” ujar pasangan Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) ini.

Salim bilang hasil panen tahun ini cukup berhasil. Tapi menurutnya, masih perlu ditingkatkan agar bisa menyamai Jawa Tengah dan Jawa Barat yang bisa panen antara 7,5 hingga 9 ton per hektare.

Ia menyebut produktivitas di dua daerah itu bisa tinggi karena berbagai faktor pendukung seperti tenaga kerja yang profesional, penggunaan bibit unggul, ketersediaan pupuk, dan pengairan teknis yang baik.

Ke depan, kata Salim, semua faktor itu akan dibenahi di Sulbar. Tapi ia menilai pengairan adalah hal paling mendesak dan harus dikerjakan lebih dulu.

Karena itu, Salim memerintahkan Dinas Pertanian menginventarisasi bangunan dan sumber air yang bisa dioptimalkan.

Pemprov Sulbar juga akan mendorong hal tersebut ke pusat agar program pengairan bisa didukung.

“Kalau kita ingin menjadi daerah yang swasembada pangan, pengairan harus jadi prioritas,” ucapnya.

Salim S Mengga juga mengingatkan soal potensi krisis pangan global yang diperkirakan terjadi pada 2054.

Ia mengatakan, negara-negara di sekitar khatulistiwa akan menjadi rebutan karena masih memiliki potensi pertanian.

Karena itu, ia meminta agar pemerintah kabupaten, desa, serta dinas pertanian dan perkebunan benar-benar memperhatikan nasib petani.

Selain soal pengairan, Salim menilai pembatasan terhadap ekspansi perkebunan sawit juga perlu dilakukan. Menurutnya, lahan sebaiknya mulai dialihkan untuk pencetakan sawah demi memperkuat ketahanan pangan.

“Kita prioritaskan pencetakan sawah ke depan,” katanya.

Langkah ini, kata dia, juga penting untuk menyelesaikan persoalan agraria yang selama ini terus terjadi di berbagai wilayah Sulbar.

“Karena selama ini begitu saya masuk ke Mamuju atau Sulawesi Barat, konflik agraria terjadi di mana-mana. Terutama masyarakat dengan perkebunan,” ujar Salim.

Berita Terkait

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat
Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah
PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan
Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda
Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan
Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata
Bapenda Sulbar Gencarkan Pengawasan Rokok Ilegal, Pedagang Diimbau Waspada!
Lawan Penipuan Digital, Pemprov Sulbar Luncurkan Scam Ready ASEAN!
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:24 WIB

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan

Berita Terbaru

Mamuju Tengah

Salogatta Fun Run 2026 Meriah! 150 Peserta Taklukkan Rute 7 Kilometer

Minggu, 25 Okt 2026 - 10:52 WIB