MAMASA – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, turun langsung bersama jajaran Dinas terkait, aparat kepolisian, dan unsur lainnya melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah pangkalan gas elpiji dan pedagang pengecer di wilayah Mamasa. Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan mahalnya harga gas elpiji 3 kg, serta kenaikan harga beras di pasaran.
Iklan Bersponsor Google
Dalam sidak yang berlangsung sejak pagi hari, ditemukan sejumlah temuan mencengangkan. Di beberapa pangkalan dan pengecer, terungkap adanya dugaan kuat bahwa gas bersubsidi 3 kg tidak sepenuhnya disalurkan kepada masyarakat yang berhak. Bahkan, terdapat indikasi bahwa ASN, serta oknum dari TNI/Polri dan pedagang pengecer yang tidak memiliki izin, ikut menikmati gas subsidi tersebut.
“Saya tekankan kepada pangkalan resmi bahwa gas elpiji 3 kg jangan dijual kepada pengecer dan pedagang yang tidak punya izin, serta kepada PNS dan TNI/Polri. Gas 3 kg hanya diperuntukkan kepada masyarakat tidak mampu!” tegas Bupati Welem dengan nada keras di hadapan awak media.
Bupati juga memerintahkan Dinas Perdagangan dan pihak terkait untuk segera melakukan langkah-langkah konkrit. Di antaranya, pengumpulan data pengguna dari setiap pangkalan resmi, penertiban pengecer ilegal, serta pengusulan tambahan kuota gas elpiji 3 kg untuk Kabupaten Mamasa. Ia juga mengimbau agar ASN memberikan teladan dengan tidak menggunakan hak gas subsidi.
Tak hanya gas elpiji, dalam rangkaian sidaknya, Bupati juga memantau langsung kondisi harga beras di tingkat pengecer. Ia menemukan adanya tren kenaikan harga yang berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama kalangan ekonomi lemah.
Pemkab Mamasa berkomitmen akan terus memantau dan menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan distribusi barang subsidi dan kebutuhan pokok demi menjaga kestabilan ekonomi masyarakat. Langkah-langkah pengawasan yang lebih ketat pun akan segera diterapkan agar bantuan dan subsidi pemerintah tepat sasaran.
Iklan Google AdSense