Panja DPRD Sulbar Belajar ke Kalsel: Siapkan Perda Kuat Kelola Participating Interest Migas

- Jurnalis

Kamis, 9 Oktober 2025 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJARMASIN — Panitia Kerja (Panja) DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel), Rabu (8/10/2025), guna menggali informasi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan Participating Interest (PI) Blok Sebuku oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Rombongan Panja DPRD Sulbar dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sulbar, Munandar Wijaya, dan diterima secara resmi oleh perwakilan Pemprov Kalsel bersama jajaran direksi PT Dangaanak Banua Sebuku (DBS) serta PT Bangun Banua Kalsel di Ruang Aberani Sulaiman, Kantor Gubernur Kalsel.

Dalam sambutannya, Munandar Wijaya menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan memperkaya referensi dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait pengelolaan PI 10 persen melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda).

“Kami ingin memastikan bahwa Ranperda yang kami bahas benar-benar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan mampu memberi manfaat ekonomi nyata bagi daerah serta masyarakat,” ujar Munandar.

Sementara itu, Ketua Panja DPRD Sulbar Habsi Wahid menambahkan bahwa kunjungan tersebut juga menjadi sarana untuk memperjelas potensi penerimaan PI yang dikelola oleh konsorsium, dalam hal ini PT DBS, serta mempelajari strategi pemanfaatan dana PI oleh BUMD Bangun Banua Kalsel.

Pihak Pemprov Kalsel melalui Kabag Perundang-undangan Biro Hukum, Ardi, memaparkan tahapan pembentukan perda, proses pendirian BUMD penerima PI, koordinasi dengan SKK Migas, hingga mekanisme penyaluran dan pengelolaan hasil bagi daerah.

Lebih lanjut, pihak PT DBS menjelaskan bahwa potensi penerimaan PI masih terbuka hingga akhir tahun 2027, yang akan dibagi kepada empat pemegang saham, termasuk Perumda Sebuku Energi Malaqbi dari Sulbar. Sementara PT Bangun Banua Kalsel memanfaatkan hasil PI dengan mengembangkan berbagai sektor usaha produktif di daerah.

Selain menyoroti aspek regulasi, pertemuan tersebut juga menegaskan pentingnya transparansi dan tata kelola yang baik (good corporate governance) dalam pengelolaan PI agar dapat memberikan dampak langsung terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Salim S. Mengga.

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting bagi DPRD Sulbar dalam menyempurnakan Ranperda tentang Perumda Penerima Participating Interest. Diharapkan, regulasi tersebut dapat segera diterapkan sebagai dasar hukum yang kuat dan efektif dalam mengelola potensi migas di Bumi Tanah Malaqbi.

Berita Terkait

Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah
PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan
Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda
Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan
Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata
Bapenda Sulbar Gencarkan Pengawasan Rokok Ilegal, Pedagang Diimbau Waspada!
Lawan Penipuan Digital, Pemprov Sulbar Luncurkan Scam Ready ASEAN!
Sulbar Jajaki Kerja Sama dengan Amerika Serikat, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata

Berita Terbaru