Nelayan Tewas Mendadak di Laut Polman, Ditemukan Tak Bernyawa di Atas Perahu

- Jurnalis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLEWALI MANDAR — Suasana duka menyelimuti Kampung Nelayan, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar. Seorang nelayan bernama Herman (50) ditemukan meninggal dunia di atas perahunya saat melaut di perairan Pulau Battoa, Sabtu (13/12/2025). Peristiwa ini sontak menggegerkan warga pesisir setempat.

Informasi penemuan nelayan meninggal di tengah laut tersebut diterima Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Polewali Mandar sekitar pukul 11.30 WITA. Menindaklanjuti laporan warga, personel Sat Polairud Polres Polman yang dipimpin langsung Kasat Polairud AKP Supriadi segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Setibanya di perairan Pulau Battoa, petugas melakukan pengecekan di lokasi penemuan korban. Setelah memastikan kondisi korban, jenazah Herman kemudian dievakuasi menggunakan sarana perairan milik kepolisian menuju rumah duka di Kampung Nelayan, Desa Tonyaman, guna diserahkan kepada pihak keluarga.

AKP Supriadi menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di lapangan, korban sebelumnya melaut bersama sejumlah rekan sesama nelayan. Namun saat cuaca mulai memburuk dan rombongan nelayan berinisiatif kembali ke daratan, perahu yang dikendarai korban terlihat melaju tidak terkendali ke arah Pulau Battoa.

“Rekan-rekan korban kemudian mendekat dan mendapati korban sudah dalam posisi terlentang di atas perahu serta tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan,” ungkap AKP Supriadi.

Mengetahui kejadian tersebut, saksi langsung menghubungi pihak keluarga dan melaporkan peristiwa itu kepada kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. Aparat Sat Polairud Polres Polman pun segera mengambil langkah cepat guna memastikan proses evakuasi berjalan aman dan tertib.

Dari hasil pengumpulan informasi, diketahui korban memiliki riwayat penyakit maag. Dalam kesehariannya, Herman dikenal rutin melaut sejak pagi hari dan biasanya kembali ke rumah sekitar siang hari untuk beristirahat.

Pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan tindakan autopsi. Penolakan tersebut kemudian dituangkan dalam berita acara resmi sesuai prosedur yang berlaku.

Selama proses penanganan di lapangan hingga evakuasi ke rumah duka, situasi terpantau aman dan kondusif. Sat Polairud Polres Polman juga mengimbau para nelayan agar senantiasa memperhatikan kondisi kesehatan serta faktor cuaca sebelum melaut, demi keselamatan bersama.

Berita Terkait

Kecelakaan Kerja Maut di Polman, Petani 39 Tahun Meninggal Saat Bantu Tebang Pohon
Cium Bau Menyengat, Warga Campalagian Temukan Petani 75 Tahun Meninggal
Tragis! Anak 5 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Irigasi Mapilli Barat
Kebakaran 1 Hektare Lahan di Polman, Satgas Karhutla dan Warga Berjibaku Padamkan Api
Kebakaran Lahan di Beroangin, Damkar dan Satgas Karhutla Terkendala Medan
Enam Karung Kakao Hilang, URC dan Sat Intelkam Polres Polman Olah TKP di Kuajang
Panen Raya di Wonomulyo, Dandim Polman Dorong Produksi Padi Terus Ditingkatkan
Damkar Terguling di Tumpiling, Tujuh Orang Luka
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Kecelakaan Kerja Maut di Polman, Petani 39 Tahun Meninggal Saat Bantu Tebang Pohon

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Cium Bau Menyengat, Warga Campalagian Temukan Petani 75 Tahun Meninggal

Senin, 14 September 2026 - 20:02 WIB

Tragis! Anak 5 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Irigasi Mapilli Barat

Minggu, 13 September 2026 - 23:19 WIB

Kebakaran 1 Hektare Lahan di Polman, Satgas Karhutla dan Warga Berjibaku Padamkan Api

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:35 WIB

Kebakaran Lahan di Beroangin, Damkar dan Satgas Karhutla Terkendala Medan

Berita Terbaru