POLEWALI MANDAR – Belum genap 24 jam usai berjibaku menjinakkan kebakaran lahan kebun kelapa seluas 1,5 hektare, UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar kembali menunjukkan kesiapsiagaannya. Kali ini, Damkar Campalagian turun menangani layanan non-kebakaran berupa evakuasi seekor anjing liar yang meresahkan warga.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 4 Februari 2026, sekitar pukul 15.37 WITA, di Kompleks TK Anugrah Bonde, Kecamatan Campalagian. Satu regu Damkar Campalagian diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan warga yang khawatir terhadap keberadaan hewan liar di area fasilitas pendidikan.
Dengan prosedur penanganan yang terukur, petugas mengevakuasi anjing liar tersebut menggunakan pipa dan simpul hidup (overhand knot) guna memastikan proses berlangsung aman tanpa membahayakan warga maupun personel. Evakuasi berjalan lancar dan situasi kembali terkendali.
Sebelumnya, pada Selasa malam, 3 Februari 2026, Damkar Campalagian berperan krusial dalam mengendalikan kebakaran lahan kebun kelapa di Desa Laliko, Kecamatan Campalagian. Api yang berasal dari area ketinggian itu sempat menjalar cepat dan hanya berjarak kurang dari 10 meter dari permukiman warga, sehingga memicu kepanikan.
Damkar Campalagian memimpin proses pemadaman dengan strategi pengamanan awal kawasan permukiman menggunakan semprotan air dari atas armada. Selanjutnya, bersama Damkar Tinambung, petugas menyisir titik api hingga kebakaran berhasil dipadamkan total.
Dalam insiden tersebut, response time tercatat delapan menit, dengan waktu pemadaman sekitar 10 menit. Tidak ada korban jiwa, namun luas lahan terdampak mencapai 1,5 hektare, dengan taksiran kerugian material puluhan juta rupiah.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar, Imran, S.IP., M.M., menegaskan bahwa rangkaian penanganan ini menjadi bukti peran strategis Damkar Campalagian dalam layanan kedaruratan.
“Damkar Campalagian berperan besar dalam pengendalian kebakaran lahan di Laliko, sekaligus tetap sigap menangani layanan non-kebakaran seperti evakuasi hewan. Ini menunjukkan kesiapsiagaan personel posko kecamatan di lapangan,” ujar Imran.
Ia menambahkan, baik kebakaran lahan maupun layanan non-kebakaran sama-sama membutuhkan respons cepat karena berpotensi langsung mengancam keselamatan warga.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera melapor dan tidak melakukan penanganan sendiri, baik saat terjadi kebakaran lahan maupun ketika menghadapi hewan liar,” tegasnya.
Hingga Rabu sore, seluruh rangkaian kegiatan yang ditangani Damkar Campalagian dilaporkan tertangani dengan baik, dan kondisi di wilayah tersebut kembali aman serta kondusif.










