POLEWALI MANDAR — Satuan Reserse Narkoba Polres Polewali Mandar menunjukkan komitmen tegas dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika dengan membuka ruang pengaduan langsung kepada masyarakat.
Melalui sebuah poster resmi yang beredar luas, Kasat Resnarkoba Polres Polewali Mandar, Dr. Irman Setiawan, SH., MH, mengajak warga untuk tidak ragu melapor apabila menemukan adanya oknum polisi yang terlibat narkoba atau bahkan menjadi bagian dari jaringan bandar.
Dalam poster tersebut tercantum nomor layanan pengaduan WhatsApp 082191888446 yang dapat dihubungi masyarakat kapan saja. Selain itu, juga disediakan kode QR yang mengarahkan laporan langsung ke Propam, sebagai bentuk transparansi dan pengawasan internal di lingkungan kepolisian.
Pesan utama yang disampaikan cukup tegas: “Lapor Kasat jika temukan ada oknum polisi yang terlibat narkoba atau menjadi bagian dari bandar.” Ajakan tersebut menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga berlaku tanpa pandang bulu, termasuk terhadap aparat yang menyalahgunakan kewenangannya.
Kasat Resnarkoba menekankan bahwa upaya melindungi generasi dari bahaya narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Polewali Mandar.
Langkah ini juga menjadi bentuk komitmen Polres Polewali Mandar dalam menjaga integritas institusi serta membangun kepercayaan publik. Dengan membuka akses pelaporan secara langsung dan transparan, diharapkan masyarakat merasa lebih aman dan berani menyampaikan informasi yang dimiliki.
Pemberantasan narkoba, lanjutnya, tidak hanya sebatas penindakan, tetapi juga pencegahan dan pengawasan internal. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur dan aturan hukum yang berlaku.
Polres Polewali Mandar pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman narkotika demi masa depan generasi muda yang lebih baik.
“Lindungi generasi dari bahaya narkoba,” menjadi seruan kuat dalam kampanye tersebut, sekaligus penegasan bahwa perang terhadap narkoba adalah komitmen bersama tanpa kompromi.










