MAMUJU TENGAH – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SPPG 3T) yang berada di Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, hingga kini belum juga dioperasikan meski bangunannya telah selesai dibangun sejak akhir tahun 2025.
Dua titik dapur SPPG 3T yang berlokasi di Desa Lembahada dan Desa Bojo tersebut masih terlihat belum difungsikan. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat yang sejak lama menantikan manfaat program tersebut, khususnya dalam mendukung pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah dan masyarakat di wilayah terpencil.
Salah seorang warga Desa Lembahada, Ratnawati, mengaku kecewa karena dapur yang telah rampung dibangun hampir delapan bulan lalu belum juga beroperasi.
“Diperkirakan sudah sejak bulan Desember selesai dibangun ini dapur, Pak, dan sampai sekarang belum dioperasikan,” ujar Ratnawati, Kamis (19/6/2026).
Menurutnya, keberadaan dapur SPPG 3T sangat dibutuhkan masyarakat. Selain mendukung program pemenuhan gizi yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat, operasional dapur tersebut juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
“Kami berharap segera dibuka, karena kami mau kerja di situ, Pak, di bagian ompreng. Itu harapan kami, tambah-tambah penghasilan untuk menyambung hidup,” ungkapnya.
Program SPPG 3T sendiri digagas untuk memastikan distribusi makanan bergizi dapat menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses, termasuk wilayah pedesaan dan kawasan terpencil. Karena itu, keterlambatan operasional dapur dinilai membuat manfaat program belum dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat sasaran.
Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab belum dioperasikannya dapur SPPG 3T tersebut. Warga berharap pemerintah segera memberikan kepastian sekaligus mempercepat pengoperasian fasilitas yang telah lama dinantikan itu.
Masyarakat juga berharap tidak ada lagi hambatan administratif maupun teknis sehingga program pemenuhan gizi dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak sekolah serta warga di Kecamatan Budong-Budong.
Penulis : Wahid Mateng










