Oleh: AKP Dr. Irman Setiawan, S.H., M.H.
Kasubbag Anev Ops Reserse Narkoba Polda Sulawesi Barat
Kami Menantikan Harapan Masyarakat
Bagi kami, pergantian Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Suyudi Ario Seto pada 1 Oktober 2026, serta pergantian Kapolda Sulawesi Barat dari Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta kepada Irjen Pol Totok Suharyanto pada 2 Oktober 2026, bukan sekadar pergantian jabatan.
Bagi kami, ini adalah momentum baru untuk berbenah.
Kami, personel Polda Sulawesi Barat yang bertugas dari Mamuju, Majene, Polewali Mandar, Mamasa, Pasangkayu hingga Mamuju Tengah, menyadari bahwa masyarakat memiliki harapan besar terhadap institusi Polri.
Harapan itu bukan beban.
Harapan masyarakat adalah kompas bagi kami dalam menjalankan tugas.
Melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, kami memaknainya bukan sekadar tagline, melainkan sebagai janji kerja yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Kami Siap Dikoreksi dan Diawasi
Harapan masyarakat agar Sulawesi Barat semakin bersih dari korupsi dan praktik-praktik yang merusak kepercayaan publik adalah harapan kami juga.
Kami menyadari bahwa kepercayaan masyarakat tidak cukup dibangun dengan kata-kata. Kepercayaan harus dibuktikan melalui sikap, integritas dan tindakan nyata.
Karena itu, kami siap untuk terus berbenah, bekerja secara transparan, menolak gratifikasi serta menjaga profesionalitas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Polisi tidak boleh kebal terhadap kritik.
Ketika masyarakat mengingatkan, di situlah kami harus bercermin.
2. Kami Ingin Lebih Dekat, Bukan Ditakuti
Kami ingin polisi hadir bukan hanya ketika terjadi persoalan.
Kami ingin polisi hadir di pasar, di kebun, di pesisir, di tengah kegiatan masyarakat, bahkan ketika warga sedang mengalami duka.
Kami ingin menghapus jarak yang membuat masyarakat merasa asing dengan polisi.
Nilai-nilai Sipakatau, Sipakalebbi dan Sipakainge’ mengajarkan kita untuk saling memanusiakan, saling menghargai dan saling mengingatkan.
Karena itu, Bhabinkamtibmas harus mampu menjadi bagian dari keluarga masyarakat di wilayah binaannya.
Bukan sekadar datang ketika ada kegiatan, tetapi hadir ketika masyarakat membutuhkan.
3. Kami Menantikan Kepemimpinan yang Humanis
Personel di lapangan juga membutuhkan pimpinan yang tegas, tetapi tetap humanis.
Pimpinan yang mampu memberikan keteladanan, mendengarkan persoalan anggota, memperhatikan kesejahteraan, kesehatan mental dan kondisi personel yang berada di garis depan pelayanan masyarakat.
Kami percaya, personel yang merasa diperhatikan akan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Semangat Quick Response juga harus benar-benar diwujudkan.
Ketika masyarakat membutuhkan bantuan melalui layanan kepolisian, respons harus cepat, tepat dan manusiawi.
4. Kami Siap Menjadi Jembatan
Sulawesi Barat adalah daerah yang majemuk.
Masyarakat memiliki latar belakang, karakter dan persoalan yang berbeda-beda. Karena itu, polisi harus mampu berdiri di tengah dan menjadi jembatan.
Kami siap menjaga keamanan dan ketertiban, menjaga netralitas, serta memberikan pelayanan secara adil tanpa membedakan siapa yang datang meminta bantuan.
Kami siap setia, solid dan loyal kepada pimpinan, sekaligus tetap menjadikan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dari pelaksanaan tugas.
Harapan Masyarakat Adalah Amanah
Pada akhirnya, bagi kami personel Polda Sulawesi Barat, harapan masyarakat adalah amanah.
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” tidak boleh berhenti sebagai tulisan di spanduk atau slogan dalam kegiatan seremonial.
Ia harus menjadi cara berpikir.
Menjadi sikap.
Dan menjadi cara kami bekerja setiap hari.
Kami siap menyambut kepemimpinan Kapolda Sulawesi Barat yang baru, Irjen Pol Totok Suharyanto.
Kami juga siap mendukung kepemimpinan Kapolri yang baru, Jenderal Suyudi Ario Seto, dengan menjalankan tugas secara profesional, humanis dan bertanggung jawab.
Kepada seluruh masyarakat Sulawesi Barat, kami memohon doa dan dukungan.
Tegur kami ketika kami salah.
Rangkul kami ketika kami berada di jalan yang benar.
Dan jangan pernah berhenti mengingatkan kami bahwa polisi hadir untuk melayani masyarakat.
Sebab pada akhirnya, kekuatan Polri bukan hanya terletak pada seragam dan kewenangan.
Kekuatan Polri terletak pada kepercayaan masyarakat.
Polda Sulawesi Barat — Malaqbi, Setia, Bersama Masyarakat.










