Aktivis Mamuju Keras Tolak Azas Dominus Litis dan RUU KUHP

- Jurnalis

Minggu, 9 Februari 2025 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju, 9 Februari 2025 – Aktivis yang tergabung dalam kelompok pemuda dan mahasiswa Kabupaten Mamuju, melalui pernyataan tegas, menolak penerapan azas Dominus Litis dan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pernyataan tersebut disampaikan oleh Darmin Syakur, seorang aktivis muda Kabupaten Mamuju, yang dengan keras mengungkapkan keberatannya terhadap kedua hal tersebut karena dinilai berpotensi merusak sistem hukum di Indonesia.

Darmin Syakur menjelaskan bahwa penerapan azas Dominus Litis dan pengesahan RUU KUHP akan membuka celah bagi terbentuknya lembaga yang memiliki kewenangan yang sangat besar, bahkan cenderung otoriter. Hal ini, menurutnya, berisiko menyebabkan penyalahgunaan kekuasaan dan menurunkan kualitas keadilan dalam sistem hukum. Aktivis tersebut menekankan beberapa bahaya yang dapat muncul, jika kedua hal ini diterapkan dalam sistem hukum Indonesia.

“Jika azas Dominus Litis diterapkan, akan banyak sekali kesalahan dalam pembuktian yang berujung pada ketidakpastian hukum. Kita juga khawatir penyalahgunaan wewenang akan semakin meluas, dan yang lebih parah, prinsip-prinsip hukum yang telah kita pegang selama ini akan diabaikan begitu saja,” tegas Darmin.

Darmin menambahkan, penerapan azas Dominus Litis dan pengesahan RUU KUHP juga berpotensi menciptakan kekacauan dalam sistem hukum nasional. Salah satu hal yang paling dikhawatirkan adalah konflik antara aturan yang baru dengan peraturan perundang-undangan yang sudah ada. Tidak hanya itu, dampaknya juga dapat memengaruhi rasa keadilan masyarakat, yang akan merasa bahwa hukum tidak lagi berpihak pada kebenaran dan keadilan.

“Kami, para aktivis mahasiswa dan tokoh pemuda Kabupaten Mamuju, dengan tegas menyatakan penolakan terhadap azas Dominus Litis dan RUU KUHP. Kami percaya, kedua hal ini akan merugikan rakyat dan merusak fondasi hukum di negara kita,” tambahnya.

Sebagai bagian dari gerakan yang lebih besar, aktivis-aktivis muda Kabupaten Mamuju berjanji akan terus mengedukasi masyarakat tentang potensi bahaya dari penerapan azas Dominus Litis dan RUU KUHP. Mereka juga akan menyuarakan penolakan ini di berbagai forum dan saluran komunikasi publik guna memastikan bahwa suara pemuda dan masyarakat tidak diabaikan dalam proses pembuatan undang-undang di Indonesia.

Gerakan ini juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat yang merasa cemas dengan dampak yang mungkin timbul dari pengesahan undang-undang tersebut. Masyarakat Kabupaten Mamuju berharap agar pemerintah dapat lebih mendengarkan aspirasi rakyat dan mempertimbangkan kembali keputusan-keputusan yang akan mengubah arah sistem hukum Indonesia.

Berita Terkait

FKUB Sulbar Apresiasi Jumat Keliling Kapolda, Pendekatan Kultural Dinilai Efektif Cegah Gangguan Kamtibmas
Proyek Drainase Rp2,1 Miliar di Polman Disorot, Material Galian Picu Kecelakaan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Dato Sampaga, Polisi Lakukan Identifikasi
Gelar Maulid Nabi 1448 H dan Ajak Perkuat Nilai Leluhur, KKSS-IWSS Sulbar Hadirkan Ketua Umum PB DDI Prof. Dr. A. Syamsul Bahri A. Galigo
Dr. Haedar Harun: KKSS Rumah Bersama di Tanah Rantau
Turnamen Song KKSS Sulbar Pererat Silaturahmi di HUT RI ke-81
Perkuat Konsolidasi dan Silaturahmi, BPW KKSS Sulbar Kunjungan Kerja ke BPD KKSS Polewali Mandar
Viral! Luarbiasa, Muhammad Ja’far Hasibuan Bedah Kisahnya Dari 70 Ribu Rupiah, Jadi Referensi Akademik Dunia
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:15 WIB

FKUB Sulbar Apresiasi Jumat Keliling Kapolda, Pendekatan Kultural Dinilai Efektif Cegah Gangguan Kamtibmas

Sabtu, 26 September 2026 - 14:59 WIB

Proyek Drainase Rp2,1 Miliar di Polman Disorot, Material Galian Picu Kecelakaan

Jumat, 18 September 2026 - 14:02 WIB

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Dato Sampaga, Polisi Lakukan Identifikasi

Jumat, 11 September 2026 - 00:39 WIB

Gelar Maulid Nabi 1448 H dan Ajak Perkuat Nilai Leluhur, KKSS-IWSS Sulbar Hadirkan Ketua Umum PB DDI Prof. Dr. A. Syamsul Bahri A. Galigo

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Dr. Haedar Harun: KKSS Rumah Bersama di Tanah Rantau

Berita Terbaru