POLEWALI MANDAR — Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar mulai menggembleng calon aparatur sipil negara (ASN) masa depan. Bupati Polman, H. Syamsul Mahmud, secara resmi membuka sekaligus memberi pembekalan kepada 162 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Golongan II dan III Tahun Anggaran 2026, Kamis, 5 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi titik awal perjalanan profesional para CPNS sebagai abdi negara muda di Polewali Mandar. Dalam pembekalan tersebut, Bupati menegaskan bahwa kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk menjadi ASN unggul.
“ASN yang hebat bukan yang paling pintar, tetapi yang paling siap melayani,” tegas Syamsul Mahmud yang akrab disapa Aji Assul.
Dalam laporan BKPSDM Polman, Latsar CPNS 2026 diikuti 143 peserta Golongan III dan 19 peserta Golongan II. Program ini dirancang untuk membentuk ASN yang profesional, berintegritas, kompeten, serta berpegang teguh pada nilai dasar Ber-AKHLAK.
Penyelenggaraan Latsar merupakan hasil kolaborasi Pemkab Polman melalui BKPP dengan Balai Besar Pengembangan Kompetensi (BBPK) ASN Kemendagri, sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya aparatur sejak dini.
Menariknya, formasi CPNS kali ini didominasi generasi muda. Tercatat 42 orang berasal dari generasi milenial dan 105 orang dari Generasi Z. Menurut Bupati, generasi ini memiliki keunggulan adaptasi dan penguasaan teknologi, namun tetap membutuhkan penguatan karakter.
“Generasi Z itu cerdas, cepat belajar, dan melek teknologi. Tapi pintar saja tidak cukup. Mental dan integritas harus dibentuk sejak sekarang,” ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa visi Polman Sehat, Cerdas, Maju, dan Berwawasan Lingkungan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi lintas OPD, bukan kerja individualistis.
Pelaksanaan Latsar 2026 menggunakan metode Blended Learning, mengombinasikan pembelajaran mandiri melalui MOOC, e-learning sinkronus dan asinkronus, serta pembelajaran klasikal tatap muka yang dipusatkan di BBPK ASN Paccerakkang, Makassar.
Perwakilan BBPK ASN Pemerintahan IV Makassar, Andi Massalinring, mengingatkan peserta akan pentingnya integritas selama masa pembelajaran daring.
“Belajar mandiri tanpa pengawasan langsung adalah ujian integritas. Disiplin adalah harga mati. Tiga kali tidak ikut Zoom tanpa alasan jelas bisa berujung teguran hingga pengembalian ke daerah,” tegasnya.
Sebagai simbol kesiapan, Bupati bersama Sekretaris Daerah melakukan penyematan almamater Latsar secara simbolis kepada perwakilan peserta, termasuk dari unsur Satpol PP.
Dalam kesempatan yang sama, terungkap komitmen kuat BBPK ASN Kemendagri terhadap pengembangan kompetensi ASN Polman. Tersedia anggaran APBN sebesar Rp1,5 miliar untuk berbagai diklat teknis, mulai dari pengelolaan keuangan daerah, penataan aset, hingga pengadaan barang dan jasa yang kini wajib tersertifikasi.
Seluruh program tersebut disinergikan dengan penyusunan profil pengembangan kompetensi berbasis talent pool, guna memetakan kebutuhan spesifik di setiap OPD, termasuk Satpol PP dan Pemadam Kebakaran.
Melalui pembekalan ini, Pemkab Polman berharap seluruh CPNS mampu menjalani Latsar hingga 22 Mei 2026 dengan disiplin tinggi, termasuk kepatuhan terhadap aturan teknis sebagai bentuk loyalitas dan rasa syukur atas kesempatan menjadi ASN dari ribuan pendaftar yang bersaing ketat.










