BPJS di Keluhkan Masyarakat, DPRD Pasangkayu Desak Pemkab Cari Solusi

- Jurnalis

Selasa, 8 Juni 2021 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASANGKAYU, rakyatta.co -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Pasangkayu  minta ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasangkayu, Untuk mencarikan solusi terkait Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) yang tidak dibiayai lagi oleh Propinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dan di non aktifkan.

Masyarakat pemegang BPJS menyampaikan keluhannya saat kunjungan Ketua DPRD Pasangkayu diwilayah mereka.

Ketua DPRD Pasangkayu, Hj Alwiaty menyampaikan, banyak menerima keluhan Masyarakat Pasangkayu terkait ketidak aktifan kepesertaan BPJS, maka dengan ini meminta kepada Pemkab agar segera memberikan kejelasan (BPJS-red) mereka.

“Dimana BPJS yang tidak aktif lagi di tangan Masyarakat sekitar seribuan dan kasihan mereka ketika sakit, apalagi biaya berobatnya mahal,”tuturnya Minggu 6 Juni 2021.

Lanjut disampaikan, kiranya Pemkab Pasangkayu mengambil langkah strategis dalam menyelamatkan Masyarakat dengan mengaktifkan kembali BPJS yang telah di non aktifkan itu, dan saya kira sudah menjadi tanggungan Kabupaten Pasangkayu setelah terlepas dari Propinsi Sulbar.

Terlepas dari tanggungan Propinsi Sulbar, banyak Masyarakat tidak tahu bahwa BPJS nya sudah tidak aktif lagi dan nanti ketahuan ketika mereka akan berobat.

“Jadi, Masyarakat berharap ke Pemkab Pasangkayu, kiranya BPJS mereka kembali diaktifkan lagi dan ini menyangkut orang banyak,”ungkap Alwiaty.

Alwiaty juga katakan, setiap turun ke Masyarakat, rata – rata keluhan mereka soal BPJS, bahkan kami menemukan dalam 1 Kartu Keluarga (KK) ada 2 orang (BPJS-red) nya tidak aktif, sejak tidak dibayarkan lagi dari Propinsi Sulbar.

Jadi, Masyarakat menginginkan kejelasan dari Pemkab Pasangkayu soal BPJS.

“Kiranya Dinas terkait segera menyampaikan ke Masyarakat mengenai data – data BPJS yang tidak aktif lagi, dan pendataannya betul – betul mengikuti regulasi, dalam hal ini harus tepat sasaran, bahkan memastikan penerima adalah orang yang layak menerima melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),”tandasnya.

Roy Mustari

Berita Terkait

Pria Ditemukan Tewas di Sungai Kuma, Polsek Sarudu Gerak Cepat ke TKP
Operasi Pekat Ramadhan di Pasangkayu: 5 Pasangan Bukan Suami Istri Diamankan, Satu Masih di Bawah Umur
IJS Pasangkayu Sambangi Kejari, Bangun Koalisi Informasi Transparan!
Satreskrim Polres Pasangkayu–Bapanas Cek Distribusi Bapok, Stok Aman Harga Diawasi
Truk Oleng Hantam Sepeda Gayung di Pasangkayu, Petani 68 Tahun Tewas di Tempat
Tambang Ilegal Menggila di Sungai Lariang! TJI Seret Lima Perusahaan ke Polda Sulbar, Kerugian Negara Diduga Capai Miliaran
Rumah Pelaku Pembunuhan Karyawan PNM Mekar Dirusak Massa, Polisi Sigap Amankan TKP
Run Bhayangkara Pasangkayu Pecah Rekor! Ribuan Peserta Tumpah Ruah di Alun-Alun Kota
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:43 WIB

Pria Ditemukan Tewas di Sungai Kuma, Polsek Sarudu Gerak Cepat ke TKP

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:10 WIB

Operasi Pekat Ramadhan di Pasangkayu: 5 Pasangan Bukan Suami Istri Diamankan, Satu Masih di Bawah Umur

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:14 WIB

IJS Pasangkayu Sambangi Kejari, Bangun Koalisi Informasi Transparan!

Senin, 16 Februari 2026 - 17:51 WIB

Satreskrim Polres Pasangkayu–Bapanas Cek Distribusi Bapok, Stok Aman Harga Diawasi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:15 WIB

Truk Oleng Hantam Sepeda Gayung di Pasangkayu, Petani 68 Tahun Tewas di Tempat

Berita Terbaru

Advertorial

BPBD Sulbar Imbau Masyarakat Tetap Tenang Pascagempa M6,7 di Palu

Selasa, 16 Jun 2026 - 12:02 WIB