BPKP Desak PU Buka Hasil Uji Lab Macero

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2020 - 03:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sengkang —  — Pihak Lembaga Badan Pemantau Dan Kebijakan Publik (BPKP) meminta dan mendesak instansi dinas PU Kabupaten Wajo untuk segera membuka hasil resmi atas hasil uji lab pekerjaan rabat beton Macero Belawa Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo.  

Pasalnya hal tersebut dianggapnya penting untuk dibuka dan dipublikasikan ke publik karena sebelumnya ini menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan yang dinilai kwalitas dan mutu pekerjaan yang diindikasi kuat tidak sesui dan diluar daripada rab yang ada dalam kontrak pekerjaan.  

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua lembaga BPKP Kabupaten Wajo,  Andi Sumitro melalui pesan presrelease yang dikirimkan ke beberapa redaksi media kantor pusat. 

Dalam releasnya yang disampaikan lansung,  Andi Sumi mengatakan kalau hasil dari perbaikan sejumlah titik pekerjaan tersebut terhadap hasil kwalitas lanjutan pekerjaan proyek jalan beton Macero Kecamatan Belawa tersebut dianggap perlu dan penting untuk dibuka ke publik atas hasil uji lab baik dari segi kwalitas dan mutunya. 

“Ini perlu dibuka agar jelas apa hasil dari uji lab tersebut apakah sudah memenuhi standar mutu dan kwalitas seperti yang tertuang dalam rab dan kontrak kerjanya”. Ucapnya

Selain itu nantinya,  setelah hasil uji lab keluar dari PU Wajo,  kami akan bandingkan hasilnya nantinya dengan usulan pengujian lembaga kami terhadap kantor uji lab yang independen baik itu uji lab Baddoka Makassar atau Bandung Jawa Barat. 

Ini semua agar nantinya jelas dan juga hasilnya, apakah mutu dan kwalitas atau sesuai dan ini juga sebagai bentuk langkah agar tidak adanya indikasi yang merugikan uang negara yang dapat mengarah ke unsur tindak pidana korupsi, karena ini akan kami kawal terus hingga selesai. Tandasnya

Proyek yang dimaksud adalah rabat beton ruas Jalan Macero–Ujungkessi, Kecamatan Belawa, Wajo. Bahkan proyek senilai Rp6,4 miliar lebih dari APBD Wajo ini.Proyek ini dikerjakan rekanan PT Adi Cipta Utama Karya asal Parepare terhitung mulai 26 Juni 2020 dan selesai 26 Desember 2020.

Sebelumnya Kadis PU Wajo, Andi Pameneri malalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Wajo, Hikmawan mengaku, akan memberikan waktu kepada rekanan untuk memperbaiki temuan-temuan kerusakan pada proyek tersebut. Diakuinya, ada beberapa titik yang memang keropos dan diminta untuk dibenahi. “Sekitar 4 titik dan kalau masalah panjangnya itu bervariasi antara 30 sampai 50 meter,” katanya.

Sekedar diketahui kalau sebelumnya pengajuan hasil uji laboratorium terhadap suatu pekerjaan rekanan kontraktor terkait dengan suatu pelaksanaan kegiatan suatu proyek yang laksanakan baik itu berupa jalan rabat beton dan hotmix untuk mengetahui suatu hasil dan kwalitas serta mutu yang sesuai dalam suatu kontrak kerja atau rab masih diragukan hasilnya oleh salah lembaga lembaga pemantau dan kebijakan publik (BPKP).

Pasalnya hasil uji lab tersebut dilakukan lingkup internal dinas PU Kabupaten Wajo dan berpotensi besar bisa terjadi adanya kesan indikasi permainan antara pihak rekanan kontraktor dan oknum isntansi PU Wajo.

Seharusnya kalau memang mau betul serius dan hasilnya bisa dipercaya publik secara luas serta legalitas dan hasil yang maksimal harusnya diajukan dan dilakukan secara independent oleh lembaga uji lab yang integritasnya diakui dan tak diragukan akan hasil kwalitas dan mutu sesuai atas sampel hasil yang akan diuji, misalnya di uji lab Makssar Baddoka atau di Bandung Jawa Barat yang diakui dan independent atas hasil uji labnya. 

Sarana dan prasarana peralatan instansi PU Wajo yang terbilang masih terbatas dan belum semuanya lengkap dan canggih. Hasil ujinya itu biasanya akan keluar paling lama sekitar 10 hari lamanya setelah di uji lab dikantor. 

Bahkan sebelumnya salah satu staf dinas PU yang enggang disebutkan namanya dengan suatu alasan saat disinggung soal legalitas atau independensi akan hasil uji lab dilakukan nantinya terhadap suatu pekerjaan proyek, dirinya enggang berspekulan terlalu jauh dan mengatakan kalau yang paling bagus memang hasilnya itu Baddoka Makassar atau Bandung karena sarana dan prasarana peralatan yang lengkap dan juga canggih.

Kalau di PU Wajo pak memang itu sebagian dari kami hanya beberapa orang saja yang betul betul ahli dalam bidangnya dan secara legalitas dan sertifikat yang dimiliki itu belum ada dan juga yabg betul betul ahli tehnik dibidangnya atau tim tehnisnya.

Namun kedepanya kami akan tetap usahakan lebih maksimal lagi termasuk akan kami usahakan dukungan untuk kelengkapan sarana dan prasarana yang lengkap dan canggih untuk mendukung uji laboratorium dinas PU Wajo.

(Presrelease BPKP Wajo)

Berita Terkait

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan
Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri
Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident
Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov
Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan
Tiga Pelaku Judi Kiu-Kiu Diciduk di Campaloga, Polisi Sita Uang dan Kartu Domino
Masyarakat Nikmati Aktivitas di Malam Minggu, Polisi Mamuju Siaga di Persimpangan Jalan
Kapolres Metro Depok Pimpin Apel Siaga Jelang Aksi Unjuk Rasa
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:32 WIB

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 20:42 WIB

Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri

Selasa, 1 September 2026 - 19:54 WIB

Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WIB

Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan

Berita Terbaru