MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat menggelar Pertemuan Koordinasi Pengembangan Desa Siaga TBC di Aula Andi Depu DKPPKB Sulbar, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas program sekaligus mempercepat upaya eliminasi tuberkulosis (TBC) berbasis masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Barat.
Program pengembangan Desa Siaga TBC juga selaras dengan arah pembangunan daerah melalui konsep Panca Daya yang menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia unggul dan berkarakter di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka.
Pertemuan tersebut bertujuan menyamakan persepsi, menyusun strategi bersama, serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengembangan Desa Siaga TBC yang berkelanjutan. Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan didorong untuk mengambil peran aktif dalam mempercepat penanganan TBC hingga ke tingkat desa.
Materi pengembangan Desa Siaga TBC disampaikan oleh Pengelola Program TBC Provinsi Sulawesi Barat, Harsalim. Ia menekankan pentingnya deteksi dini kasus, pendampingan pasien secara berkelanjutan, serta keterlibatan aktif masyarakat desa sebagai kunci utama keberhasilan eliminasi TBC.
Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas akan memperkuat sistem pelaporan, meminimalisir putus obat, serta memastikan pasien mendapatkan dukungan sosial selama proses pengobatan.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pengembangan Desa Siaga TBC merupakan bagian dari implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Pemerintah Pusat dalam mempercepat peningkatan layanan kesehatan masyarakat.
“Pengembangan Desa Siaga TBC adalah wujud komitmen bersama dalam mempercepat penanganan tuberkulosis berbasis komunitas. Program ini memastikan intervensi kesehatan menjangkau hingga tingkat desa, sehingga pencegahan dan pengendalian TBC dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan, dr. Muh. Ihwan, menyampaikan bahwa Desa Siaga TBC menjadi instrumen penting dalam penguatan pembinaan wilayah oleh Dinas Kesehatan.
“Melalui Desa Siaga TBC, pembinaan wilayah menjadi lebih terarah dan terintegrasi. Kita tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga penguatan edukasi, pencegahan, dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Dengan penguatan koordinasi lintas sektor dan dukungan penuh pemerintah daerah, pengembangan Desa Siaga TBC di Sulawesi Barat diharapkan mampu menekan angka kasus secara signifikan serta mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.










