Gubernur Sulbar Tinaju Proses Pengelolaan Kopi di Matande

- Jurnalis

Senin, 21 Desember 2020 - 04:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMASA — Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar meninjau Koperasi Petani Kopi Kampoeng sekaligus meresmikan alat proses pengelolaan kopi oleh Kelompok Tani Petra Jaya Mandiri, di Desa Matande, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa., pekan lalu

Kelompok Petra Jaya Mandiri merupakan kelompok binaan atau mitra Koperasi Petani Kampoeng di Desa Matande.

Pada kunjungan tersebut Ali Baal  juga meninjau seluruh proses pengelolaan kopi oleh Koperasi Petani Kopi Kampoeng mulai dari alat pengering kopi, dan mesin pengelolaan kopi milik koperasi

Dijelaskan   kunjungan itu dilakukan untuk meninjau sekaligus memastikan proses penyaluran bantuan pengering dan pengelolaan kopi tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat tani

“Kunjungan ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tantangan petani dalam pemasaran hasil kopi, ini akan menjadi perhatian pemerintah provinsi dalam mengambil sebuah langkah ke depannya, salah satunya yang akan kita  tawarkan akses pasar ke Negara Bahrain, Cina dan Jepang,” sebut mantan Bupati Polman dua periode itu

 Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Abd. Waris Bestari  menjelaskan,  Gubernur Subar sangat fokus  pada pengelolaan dan peningkatan produksi pertanian yang ada di Sulbar. Sehingga di tahun 2020 banyak bantuan yang telah disalurkan ke kelompok tani dan  menyebar di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat, hal  tersebut akan an berlanjut sampai di 2021 mendatang.

Khusus dii Matande, Sambung Waris  bantuan yang disalurkan Dinas Perkebunan diharapkan dapat dimanfaatkan petani dengan baik dalam pengelolaan hasil produksi kopi

“Kita ingin melihat ke depannya keseriusan kelompok tani bersama koperasi memanfaatkan bantuan ini dengan baik. Jika dalam pemantauan ternyata baik dan masih ada kekurangan tentu akan diberikan perhatian khusus,” bebernya

Ketua Koperasi Petani Kopi Kampoeng, Yakub Tato’ menyampaikan, dalam setahun pihaknya mampu menghasilkan kopi mencapai 400 ton, dari hasil produksi petani kopi. Kemudian akan dipasarkan oleh koperasi yang diekspor ke berbagai negara seperti Taiwan, Korea dan Rusia.

Melihat hasil produksi kopi tersebut, dan kemampuan dalam melakukan ekspor Yakub, menjelaskan pihaknya tidak kaku lagi dalam melakukan pemasaran kopi

Ia berharap melalui dukungan Gubernur, Sulbar harus mampu melakukan pemenuhan fasilitas penunjang dalam melakukan ekspor keluar negeri

” Kualitas kopi yang dihasilkan kelompok koperasi tani Kampoeng telah teruji dengan menerima penghargaan baik tingkat nasional hingga internasional,” kata Yacob

Seperti Juara 1 kontes kopi jenis Arabika tingkat Nasional yang diselenggarakan AEKI (Assosiasi Eksport Kopi Indonesia), pada tahun 2018 di Jogjakarta. Juara 1 kontes kopi Arabika yang diselenggarakan AEKI, pada tahun 2019 di Bandung. Juara 2 kontes kopi Robusta yang diselenggarakan AEKI, pada tahun 2019 di Bandung. Juara 2 kontes nasional dalam kegiatan Specialized coffee Assosiation Indonesia (SCAI) lada tahun 2020 yang disponsori Bank Indonesia Sulbar. 

“Penghargaan itu kami raih karena kita selalu mengutamakan untuk menjaga kualitas kopi yang dihasilkan,”sebut Yakub

Ia mengakui, masa pandemi Covid-19 saat ini cukup mempengaruhi pasaran dan menjadi tantangan tersendiri. Bahkan kata dia, saat ini ada sekira 60 ton kopi yang belum dipasarkan. ditambah pengiriman dilakukan melalui pintuMakassar

” Saya berharap  Pemprov Sulbar dapat mencari solusi dengan menjadikan pelabuhan di Sulbar sebagai jalur pemasaran, termasuk menyediakan kontainer dan permodalan untuk memudahkan pengusaha kopi di Sulbar, ” ujarya

Sementara Ketua Poktan Petra Jaya Mandiri, Demianus, mengaku bersyukur dengan kehadiran Gubernur bersama jajaranya, atas perhatian Pemerintah Provinsi dalam penyaluran bantuan alat pengering

“Tentu sangat membantu petani dalam meningkatkan mutu produksi apalagi di wilayah Messawa sering hujan yang tentunya menjadi kendala dalam pengeringan kopi,” tuturnya. (farid) 

Berita Terkait

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan
Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri
Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident
Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov
Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan
Tiga Pelaku Judi Kiu-Kiu Diciduk di Campaloga, Polisi Sita Uang dan Kartu Domino
Masyarakat Nikmati Aktivitas di Malam Minggu, Polisi Mamuju Siaga di Persimpangan Jalan
Kapolres Metro Depok Pimpin Apel Siaga Jelang Aksi Unjuk Rasa
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:32 WIB

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 20:42 WIB

Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri

Selasa, 1 September 2026 - 19:54 WIB

Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WIB

Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan

Berita Terbaru