Hari Keenam Pencarian di Pulau Saboyan: Laut Masih Menyimpan Misteri Hilangnya Balita Alfatih

- Jurnalis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Enam hari sudah berlalu sejak kabar hilangnya Muh. Alfatih, balita berusia tiga tahun, di perairan Pulau Saboyan, Desa Balabalakang, Kabupaten Mamuju. Namun, harapan untuk menemukan sang buah hati belum padam.

Di bawah langit yang kadang cerah, kadang berawan, tim SAR gabungan terus berjuang menyisir luasnya lautan. Pada Rabu (29/10) pagi pukul 07.00 WITA, dua regu pencari kembali diterjunkan dari posko utama. Dengan menggunakan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB), satu tim bergerak sejauh 52 nautical mile ke arah barat, sedangkan tim lainnya menembus 63 nautical mile ke arah barat laut dari Pelabuhan Majene.

Gelombang setinggi 0,5 hingga 1,25 meter serta hembusan angin dari utara–barat laut menjadi ujian tersendiri bagi para petugas. Meski begitu, semangat mereka tak pernah surut. Komunikasi intensif terus dijaga di tengah kerasnya ombak, dengan satu tujuan — menemukan Alfatih.

Pencarian hari keenam dihentikan sementara pada pukul 18.00 WITA. Hasilnya masih nihil. Tim kemudian beristirahat di Dermaga Dekking, Majene, untuk memulihkan tenaga sebelum melanjutkan operasi esok hari.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mamuju menyatakan tekad kuat seluruh personel di lapangan.

“Kami tidak akan berhenti sebelum ada kepastian. Seluruh tim tetap bersemangat, dan kami berharap korban segera ditemukan,” ujarnya dengan nada penuh harap.

Operasi besar ini melibatkan Basarnas Mamuju, BPBD Sulawesi Barat, Pos SAR Majene, Camat Balabalakang, serta masyarakat setempat. Sejumlah peralatan seperti RIB, kendaraan D-Max, Rescue Carrier, hingga perlengkapan navigasi, komunikasi, dan medis turut dikerahkan.

Malam kembali menyelimuti perairan Balabalakang. Namun, bagi tim pencari, setiap suara ombak yang bergulung tetap membawa secercah harapan. Esok pagi, pencarian akan kembali dilanjutkan — bersama doa dan asa keluarga kecil yang menanti kabar tentang Muh. Alfatih, balita yang hingga kini masih menjadi misteri di laut Saboyan.

Berita Terkait

Proyek Drainase Rp2,1 Miliar di Polman Disorot, Material Galian Picu Kecelakaan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Dato Sampaga, Polisi Lakukan Identifikasi
Gelar Maulid Nabi 1448 H dan Ajak Perkuat Nilai Leluhur, KKSS-IWSS Sulbar Hadirkan Ketua Umum PB DDI Prof. Dr. A. Syamsul Bahri A. Galigo
Dr. Haedar Harun: KKSS Rumah Bersama di Tanah Rantau
Turnamen Song KKSS Sulbar Pererat Silaturahmi di HUT RI ke-81
Perkuat Konsolidasi dan Silaturahmi, BPW KKSS Sulbar Kunjungan Kerja ke BPD KKSS Polewali Mandar
Viral! Luarbiasa, Muhammad Ja’far Hasibuan Bedah Kisahnya Dari 70 Ribu Rupiah, Jadi Referensi Akademik Dunia
Imanuddin Tegaskan Eksekusi Beru Beru Bukan Kemenangan, Tapi Penegakan Hukum
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 14:59 WIB

Proyek Drainase Rp2,1 Miliar di Polman Disorot, Material Galian Picu Kecelakaan

Jumat, 18 September 2026 - 14:02 WIB

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Dato Sampaga, Polisi Lakukan Identifikasi

Jumat, 11 September 2026 - 00:39 WIB

Gelar Maulid Nabi 1448 H dan Ajak Perkuat Nilai Leluhur, KKSS-IWSS Sulbar Hadirkan Ketua Umum PB DDI Prof. Dr. A. Syamsul Bahri A. Galigo

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Dr. Haedar Harun: KKSS Rumah Bersama di Tanah Rantau

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Turnamen Song KKSS Sulbar Pererat Silaturahmi di HUT RI ke-81

Berita Terbaru