MAMUJU – Sulawesi Barat kembali mencatatkan capaian membanggakan dalam Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2025. Pada domain Kesehatan dan Kesejahteraan, Sulbar sukses meraih skor 72,50, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 70. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan pemuda di Bumi Tanah Malaqbi terus bergerak ke arah yang lebih progresif.
Secara keseluruhan, IPP Sulbar tahun 2025 tercatat 56,50. Angka tersebut menempatkan Sulbar di posisi tengah kawasan regional Sulawesi, sekaligus menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup generasi muda secara berkelanjutan.
Pencapaian ini sejalan dengan visi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia muda sebagai fondasi menuju Sulbar Maju dan Sejahtera. Gubernur Suhardi Duka menegaskan agar setiap program kepemudaan difokuskan pada penguatan kesehatan, pendidikan, kepemimpinan, serta kesetaraan, sehingga IPP menjadi indikator nyata keberhasilan pembangunan daerah.
Plt. Kepala Bidang Pelayanan Kepemudaan Dispoparekraf Sulbar, Karnoto, menjelaskan IPP merupakan instrumen nasional yang mengukur kualitas pemuda usia 16–30 tahun melalui lima domain utama. Hal itu disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/2/2026).
“IPP mencakup lima domain penilaian, yakni Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan, Lapangan dan Kesempatan Kerja, Partisipasi dan Kepemimpinan, serta Gender dan Diskriminasi. Indeks ini disusun berdasarkan 15 indikator terukur yang menjadi acuan pengumpulan data secara nasional oleh Kemenpora dan BPS,” jelas Karnoto.
Dari lima domain tersebut, Sulawesi Barat menunjukkan keunggulan paling menonjol pada sektor Kesehatan dan Kesejahteraan dengan skor 72,50. Angka ini bahkan melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 70.
“Hal ini menegaskan komitmen Pemprov Sulbar dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan pemuda sebagai prioritas utama,” tegasnya.
Tak hanya itu, peningkatan signifikan juga terjadi pada domain Partisipasi dan Kepemimpinan. Jika pada 2024 nilainya berada di angka 40, maka pada 2025 meningkat menjadi 50, setara dengan capaian nasional. Hal ini menunjukkan ruang partisipasi pemuda Sulbar dalam berbagai sektor sosial dan kemasyarakatan semakin terbuka.
Sementara itu, beberapa domain lainnya seperti Pendidikan (66,67), Lapangan dan Kesempatan Kerja (50), serta Gender dan Diskriminasi (43,33) menjadi fokus intervensi kebijakan ke depan. Pemerintah Provinsi Sulbar akan memperkuat sistem kerja kolaboratif bersama perangkat daerah dan lembaga terkait guna mendorong peningkatan nilai agar mendekati bahkan melampaui standar nasional.
Secara terpisah, Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, mengapresiasi capaian IPP 2025 tersebut. Menurutnya, tren positif ini menjadi bukti bahwa pemuda Sulawesi Barat semakin aktif mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.
“Peningkatan IPP menunjukkan pemuda Sulawesi Barat semakin aktif dalam mengambil peran, berpartisipasi, dan memimpin di berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan,” ujar Bau Akram.
Meski demikian, ia menegaskan perlunya penguatan pada domain lain yang masih perlu perhatian serius, terutama Pendidikan, Lapangan Kerja, Gender, dan Diskriminasi.
“Kita perlu memastikan akses pendidikan merata, memperkuat literasi pemuda, meningkatkan partisipasi pemuda disabilitas, serta menjamin kesetaraan gender dalam setiap program pembangunan,” tambahnya.
Bau Akram juga mengungkapkan bahwa pihaknya terus mengawal penyelesaian Rancangan Aksi Daerah (RAD) Pelayanan Kepemudaan sebagai panduan koordinasi lintas sektor di tingkat provinsi dan kabupaten. Langkah ini diharapkan mampu memastikan program pembangunan pemuda berjalan terstruktur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Dengan capaian IPP 2025 yang semakin kompetitif, Sulawesi Barat mengirim pesan tegas bahwa investasi pada generasi muda bukan sekadar wacana, melainkan strategi nyata membangun masa depan daerah yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.










