Kusta & Frambusia Sulbar 2025 Melejit! 98 Persen Kasus Tanpa Disabilitas, 4 Kabupaten Resmi Bebas

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menorehkan capaian gemilang dalam pelaksanaan Program Kusta dan Frambusia Tahun 2025. Evaluasi kinerja menunjukkan sejumlah indikator strategis berhasil melampaui target provinsi, menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menekan penyakit menular tropis demi mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkarakter.

Program ini menjadi bagian dari visi besar Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam mewujudkan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera melalui penguatan sektor kesehatan sebagai fondasi pembangunan daerah.

Pada Program Kusta (Leprosy), capaian penemuan kasus baru tanpa disabilitas mencapai 98 persen, jauh melampaui target provinsi sebesar 86 persen. Sepanjang 2025, tercatat 199 kasus baru tersebar di seluruh kabupaten, dengan kontribusi tertinggi berasal dari Polewali Mandar sebanyak 107 kasus.

Dari total tersebut, sebanyak 91 persen merupakan tipe Multibasiler (MB) atau tipe basah yang membutuhkan penanganan intensif guna mencegah kerusakan saraf serta kecacatan permanen. Sementara itu, proporsi kasus kusta pada anak berada di angka 5 persen, sesuai dengan target provinsi di bawah 5 persen.

Meski demikian, indikator penyelesaian pengobatan atau Release From Treatment (RFT) tipe MB baru mencapai 81 persen dari target 90 persen. Capaian ini menjadi perhatian serius untuk terus ditingkatkan melalui penguatan kepatuhan terapi serta pemantauan pasien secara berkelanjutan oleh tenaga kesehatan di lapangan.

Di sisi lain, Program Frambusia menunjukkan perkembangan signifikan. Empat kabupaten berhasil meraih sertifikasi eradikasi frambusia, melampaui target awal yang hanya menetapkan dua kabupaten bebas frambusia. Hasil skrining lapangan menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) di sekolah dan desa pun menunjukkan nol kasus positif.

Capaian ini memperkuat posisi Sulawesi Barat dalam upaya eliminasi penyakit tropis terabaikan atau Neglected Tropical Diseases (NTDs), sekaligus menjadi indikator kemajuan sistem kesehatan daerah.

Namun evaluasi juga mencatat adanya kendala pada sistem pelaporan online di Kabupaten Mamasa yang baru mencapai 27,8 persen, jauh tertinggal dibanding kabupaten lain yang telah berada di kisaran 95 hingga 100 persen. Penguatan sistem pelaporan berbasis digital menjadi prioritas pembenahan pada tahun mendatang guna memastikan akurasi data dan respons cepat terhadap kasus.

Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pengendalian penyakit bukan sekadar memenuhi target angka, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

“Keberhasilan pengendalian kusta dan frambusia bukan sekadar statistik, tetapi tentang menjaga kualitas hidup masyarakat serta mencegah disabilitas sejak dini. Ini bagian dari strategi membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” tegasnya.

Ke depan, DKPPKB Sulbar akan terus memperkuat deteksi dini, edukasi masyarakat, peningkatan kualitas tata laksana kasus, serta optimalisasi sistem pelaporan digital. Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan pemerintah kabupaten, Sulawesi Barat optimistis target eliminasi penyakit menular tropis dapat tercapai secara berkelanjutan dan menjadi tonggak penting dalam pembangunan kesehatan daerah.

Berita Terkait

Sektor Sawit Sumbang 30% Perekonomian Sulbar, Sekda Junda: SDM Petani Harus Ditingkatkan
Beasiswa Pendidikan hingga Stunting, Pemprov Sulbar Buka Ruang Dialog Digital
Inspektorat Sulbar Ekspose Review RAPBD 2027, Soroti Efektivitas dan Akuntabilitas Anggaran
DKPPKB Sulbar Edukasi Warga Mamuju Kelola Obat dengan Prinsip DAGUSIBU
Sulbar Perkuat Jejaring Labkesmas Mamasa Lewat Program InPULS
WFH ASN Sulbar Berbasis Digital, DiskominfoSS Dampingi RSUD Optimalkan Aplikasi Fleksi
BPBD Sulbar Latih Siswa SMAN 1 Mamuju Hadapi Bencana
Diskominfo Sulbar Luncurkan Live Streaming, Warga Bisa Langsung Sampaikan Aspirasi
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:32 WIB

Sektor Sawit Sumbang 30% Perekonomian Sulbar, Sekda Junda: SDM Petani Harus Ditingkatkan

Rabu, 9 September 2026 - 20:29 WIB

Beasiswa Pendidikan hingga Stunting, Pemprov Sulbar Buka Ruang Dialog Digital

Selasa, 8 September 2026 - 22:28 WIB

Inspektorat Sulbar Ekspose Review RAPBD 2027, Soroti Efektivitas dan Akuntabilitas Anggaran

Selasa, 8 September 2026 - 22:25 WIB

DKPPKB Sulbar Edukasi Warga Mamuju Kelola Obat dengan Prinsip DAGUSIBU

Selasa, 8 September 2026 - 22:22 WIB

Sulbar Perkuat Jejaring Labkesmas Mamasa Lewat Program InPULS

Berita Terbaru