PASANGKAYU – Dunia jurnalistik kembali tercoreng oleh ulah seorang oknum yang mengaku sebagai wartawan. Pria dengan inisial “Good Father 99” diduga meminta “zakat” sebesar 20 persen kepada seseorang dengan alasan untuk menghindari uang panas, namun justru menampilkan perilaku tidak etis dan jauh dari nilai profesi pers yang sebenarnya.
Iklan Bersponsor Google
Aksi tidak terpuji itu terungkap dari tangkapan pesan singkat yang beredar, di mana oknum tersebut menulis kalimat bernada manipulatif:
“Keluarkan zakatnya agar tidak jadi uang panas serta lanjut dengan romantis.”
Pesan tersebut sontak menuai kecaman dari berbagai pihak, terutama kalangan jurnalis profesional yang merasa tercoreng oleh tindakan individu tak bertanggung jawab yang menggunakan nama wartawan demi keuntungan pribadi.
Ironisnya, dalam komunikasi sebelumnya, oknum ini sempat mengaku sedang menelusuri dugaan pungutan liar (pungli) di sebuah instansi. Namun, justru dirinya sendiri yang meminta imbalan dengan dalih “zakat”. Aksi ini jelas menyalahi etika jurnalistik dan mencederai kepercayaan publik terhadap profesi wartawan.
Sejumlah organisasi pers di Sulawesi Barat pun menyerukan agar masyarakat lebih waspada terhadap oknum yang mengaku wartawan namun berperilaku menyimpang. “Jangan mudah percaya hanya karena seseorang mengaku wartawan. Pastikan dia benar terdaftar di media resmi dan bekerja sesuai kode etik,” tegas salah satu pengurus organisasi jurnalis di Mamuju.
Kasus ini kini menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen dan pelaku media. Banyak pihak mendesak agar tindakan seperti ini tidak dibiarkan begitu saja dan perlu ditindak tegas agar tidak menular menjadi kebiasaan buruk yang mencoreng nama baik profesi wartawan sejati.
Iklan Google AdSense









