Penyuluhan Hukum dalam Program Jaksa Masuk Sekolah di SMA Negeri 2 Kalukku, Kabupaten Mamuju

- Jurnalis

Kamis, 5 September 2024 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju – SMA Negeri 2 Kalukku, Kabupaten Mamuju, menjadi lokasi pelaksanaan Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang digelar oleh Tim Penyuluhan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat (Kejati Sulbar). Kamis 5 September 2024

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kejaksaan dalam memberikan edukasi hukum kepada siswa-siswi, dengan tujuan menanamkan kesadaran akan pentingnya memahami hukum sejak dini.

Acara ini dihadiri oleh sebanyak 50 orang peserta yang terdiri dari guru dan siswa-siswi SMA Negeri 2 Kalukku. Bertempat di aula sekolah, kegiatan penyuluhan hukum ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulbar, Andi Asben Awaluddin, SH., MH., Kasi B Kejati Sulbar, Dr. Abdul Bahtiar, SH., MH., dan Kasi E Kejati Sulbar, Baso Barahima, SH. Mereka membawakan materi dengan judul “Tugas dan Fungsi Kejaksaan, Bahaya Narkotika, dan Kenakalan Remaja.”

Dalam penyampaian materinya, Andi Asben Awaluddin menekankan pentingnya peran kejaksaan dalam penegakan hukum di Indonesia. Selain itu, ia juga mengajak para siswa untuk mengenali hukum dan menjauhi hukuman melalui slogan yang diangkat pada acara tersebut, yaitu “Kenali Hukum, Jauhi Hukuman.” Sementara itu, Dr. Abdul Bahtiar menyoroti dampak negatif dari penyalahgunaan narkotika yang kian mengancam generasi muda. Ia menegaskan bahwa narkotika dapat merusak masa depan dan kehidupan para remaja jika tidak dihindari.

Materi tentang kenakalan remaja juga menjadi perhatian penting dalam penyuluhan ini. Baso Barahima menjelaskan berbagai bentuk kenakalan remaja yang sering terjadi di lingkungan sekolah, seperti tawuran, bullying, dan perilaku kriminal lainnya. Ia berharap dengan pemahaman hukum yang diberikan, para siswa dapat terhindar dari perilaku yang menyimpang.

Kegiatan penyuluhan hukum ini disambut antusias oleh para peserta. Mereka mengaku banyak mendapatkan wawasan baru mengenai hukum dan ancaman-ancaman yang mungkin dihadapi oleh generasi muda saat ini, terutama terkait narkotika dan kenakalan remaja.

Melalui Program Jaksa Masuk Sekolah ini, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat berharap dapat membangun generasi yang lebih sadar hukum serta mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.

Berita Terkait

DKPPKB Sulbar dan PMI Edukasi 80 Warga Pasa’bu, Hidup Sehat Dimulai dari Keluarga
Legenda La Salaga dan Keris Manurung Siap Menggema di TMII, Sulbar Angkat Sejarah Kerajaan Mamuju
Sulbar Kejar Pemerataan Listrik, 84 Lokasi Masuk Target Pembangunan Lisdes 2026!
Anjungan Sulbar di TMII Jadi Pusat Edukasi Budaya, Mahasiswa STIE Banten Antusias Mengenal Tradisi Mandar
Anjungan Sulbar di TMII Benahi Aset Budaya, Tenun Sekomandi hingga Miniatur Sandeq Jadi Perhatian
Karateka Se-Indonesia Adu Prestasi di Mamuju, SDK: Generasi Muda Harus Berjiwa Juang!
Karhutla Mamuju-Mateng Jadi Sorotan, BPBD Sulbar Perkuat Koordinasi
BMKG Prediksi Musim Hujan Sulbar Mundur, BPBD Ingatkan Ancaman Karhutla hingga Banjir
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:41 WIB

DKPPKB Sulbar dan PMI Edukasi 80 Warga Pasa’bu, Hidup Sehat Dimulai dari Keluarga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Legenda La Salaga dan Keris Manurung Siap Menggema di TMII, Sulbar Angkat Sejarah Kerajaan Mamuju

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Sulbar Kejar Pemerataan Listrik, 84 Lokasi Masuk Target Pembangunan Lisdes 2026!

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Anjungan Sulbar di TMII Jadi Pusat Edukasi Budaya, Mahasiswa STIE Banten Antusias Mengenal Tradisi Mandar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Anjungan Sulbar di TMII Benahi Aset Budaya, Tenun Sekomandi hingga Miniatur Sandeq Jadi Perhatian

Berita Terbaru