PMII Maluku Gelar Diskusi Publik Angkat Tema “Strategi Mencegah Paham Radikalisme Pada Usia Dini”

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2020 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON — Angkat Tema “Strategi Mencegah Paham Radikalisme Pada Usia Dini” Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Gelar Diskusi Publik, bertempat di Cafe Pajid’s. Jalan Ir. M. Putuhena Poka rumah tiga. Ambon, Kamis 12 Maret 2020.

Diskusi yang dibuka secara langsung Ketua PKC PMII Indah Ulfa Mansur, menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya, Kompol. Sigid Adi prasetyo S.I.K perwakilan Direktorat Intelkam Polda Maluku, Linda Holle perwakilan komnas ham, OKP Cipayung plus Maluku ( HMI, PMKRI, IMM, GMNI, KAMMI, Pimpinan komisyariat PMII Cabang Ambon, Ketua IMM maluku, ketua KAMMI Maluku, Perwakilan siswa SMA 11 Ambon

Ketua PMII Indah Ulfa Mansur, dalam sambutanya mengatakan, Kegiatan kegiatan diskusi ini, dalam rangka menangkal radikalisme di kalangan siswa dan mahasiswa

“Terima kasih kepada yang telah menghadiri kegiatan diskusi Publik. Terima kasih kepada pihak yang ikut mensukseskan kegiatan tersebut,”Ujarnya.

Perwkilan direktorat Intelkam Polda Maluku, yang di wakili Kompol Sigid Adhi Prasetyo, dalam sambutanya menjelaskan, Radikal berarti ekstrim dan tidak sepenuhnya dimotori oleh agama, dan bisa saja dari hal lainnya

“Terorisme secara umum dapat dikatagorikan Terosisme jika dia memenuhi beberapa unsur dan jika ada pelanggran hukum,”ujarnya.

Masih kata dia, Faktor penyebab Radikalisme ada 2 yairu internal (adanya frustasi yg mendalam krna belum terwujudnya wujudnya ), external (faktor ekonomi, sosial politik, budaya, sementara Penyebab timbul radikalisme yaitu diskualifikatif, deprivasi sosio politis.

:Adapun Pola penyebaran Radikalisme yaitu media sosial, propaganda, terinsipirasi napi teroris, taalim radikal dan perkawinan,”Ucapnya.

Masih diitempat yang sama, Jusmalinda Holle, selaku Perwakilan Komnas Ham, mengatakan, Anak mempunyai hak yang sama untuk tumbuh kembang dan tidak boleh di ajak untuk perang

“Sebagai masyarakat kita punya kewajiban untuk melakukan perlindungan. Siapa yang perlu dilindungi dari pohak radikalisme yaitu anak ( anake ),”ujarnya.

Jusmalinda Holle, menyebutkan, Ciri faham terorisme yaitu ( intoleran, fanatik, ekslusif, revolisioner). Faktor pemicu radikalisme yaitu pengaruh kelemahan sisi agama, ketidaktahuan wawasan kebangsaan, kuluarga, lingkungan, media

“Media mempunyai peran penting dalam penanganan radikalime,”Ungkap Jusmalinda Holle.

Berita Terkait

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan
Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri
Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident
Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov
Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan
Tiga Pelaku Judi Kiu-Kiu Diciduk di Campaloga, Polisi Sita Uang dan Kartu Domino
Masyarakat Nikmati Aktivitas di Malam Minggu, Polisi Mamuju Siaga di Persimpangan Jalan
Kapolres Metro Depok Pimpin Apel Siaga Jelang Aksi Unjuk Rasa
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:32 WIB

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 20:42 WIB

Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri

Selasa, 1 September 2026 - 19:54 WIB

Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WIB

Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan

Berita Terbaru