Proyek Balai Disorot Lembaga Dan Diminta APH Tuk Turun Tangan

- Jurnalis

Jumat, 6 November 2020 - 04:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SENGKANG — Pihak aktivis dari Lembaga Badan Pemantau Dan Kebijakan Publik (BPKP) Kabupaten Wajo dan pihak LSM Kibar Indonesia terus menyoal dan menyorot salah satu proyek pembangunan tanggul pengendalian banjir Sungai Bila di daerah tanjungpurai Desa Limpongrilau, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, disinyalir menyimpan masalah. 

Disamping itu kedua lembaga ini juga meminta agar adanya peran penegak hukum untuk turun memantau dan memonitoring proyek Balai Pompengang ini,  pasalnya dalam proyek tersebut material timbunan yang digunakan diindikasi kuat merupakan material yang ilegal alisa tak berijin dari hasil tambang pengerukan disalah satu lokasi didaerah Mojong Belawa yang disinyalir kuat tanpa memilik ijin dan legalitas resmi. 

“Salah satu temuan adalah dugaan material yang digunakan dari hasil pengerukan timbunan ilegal. Dari hasil penelusuran, timbunan yang digunakan merupakan pengerukan di tambang yang diduga tidak berizin atau ilegal di Belawa, Wajo”.

Ketua Lembaga Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) Wajo, Andi Ahmad Sumitro mengingatkan, jika temuan itu benar maka bisa berpotensi pidana. “Itu suatu pidana murni dan harusnya pihak penegak hukum mengambil tindakan dan langkah tegas,” imbuh Andi Sumi.

Hal serupa juga tak jauh berbeda diungkapkan oleh Gerwanto dari LSM Kibar Indonesia dan meminta agar penegak hukum agar baik dalam hal ini Kepolisian dan Kejaksaan agar turun tangan terkait hal tersebut. 

Kami minta pihak Polres Wajo atau Kejaksaan Sengkang, Wajo atau bila perlu pihak Polda Sulsel dan Kejati Makassar agar bisa turun tangan terhadap proyek tersebut biar tidak ada kesan tutup mata dan tidak pandangbulu terhadap siapapun. 

Karena jika benar adanya kalau hasil dari tambang ilegal tentu proyek balai ini yang dilaksanakan di Wajo jelas menyalahi aturan dan kesan permainan dan kerja sama dengan pelaksana dalam hal penggunaan material ilegal dan bisa saja hanya dibeli murah oleh pelaksana rekanan. Ucapnya 

Dari hasil penulusuran dilapangan dan juga seorang warga sekitar timbunan material tanah tersebut diindikasi kasih kuat ilegal dan hal tersebut pun warga setempat di Belawa mengungkapkan kalau itu hasil tambang ilegal dan tidak ada ijin dan adanya kesan pembiaran oleh aparat hukum. 

Proyek tanggul pengendalian banjir Sungai Bila ini dikerjakan CV Sejahtera Acap dengan tanggal kontrak mulai 24 Februari 2020 dari APBN TA 2020, Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSP) dengan nilai pekerjaan Rp5,7 miliar lebih.

“Nilai kontrak tersebut sudah sangat fantastis, dan pasti sudah diperhitungkan nilai timbunan yang akan dipakai beserta angkutannya. Tapi kenapa justru ada dugaan melakukan pengerukan di salah satu tempat di Belawa, sehingga bisa merusak ekosistem alam. Apalagi Belawa termasuk wilayah rawan banjir.

Karena itu sambung Andi Sumi dan Gerwanto mengingatkan, jangan melakukan sebuah pembangunan atas nama kepentingan masyarakat, tapi justru merusak wilayah masyarakat lain. Hanya mengejar keuntungan banyak di luar daripada kewajaran.

“Kami berharap kepada pihak penegak hukum, untuk melakukan investigas ke lokasi proyek tersebut. Jangan menunggu kata besok, karena sebuah pelanggaran wajib secepatnya melakukan tindakan dna jangan menunggu adanya laporan resmi dan juga agar tidak adanya kesan pembiaran” tegasnya.

Dari penelusuran Tim di lokasi, tidak ada satu pun pelaksana proyek yang bisa dimintai keterangan. Sehingga belum ada konfirmasi resmi dari pelaksana proyek dan begitupun juga dengan pihak PPK Balai untuk proyek di Belawa ini. 

Berita Terkait

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan
Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri
Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident
Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov
Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan
Tiga Pelaku Judi Kiu-Kiu Diciduk di Campaloga, Polisi Sita Uang dan Kartu Domino
Masyarakat Nikmati Aktivitas di Malam Minggu, Polisi Mamuju Siaga di Persimpangan Jalan
Kapolres Metro Depok Pimpin Apel Siaga Jelang Aksi Unjuk Rasa
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:32 WIB

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 20:42 WIB

Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri

Selasa, 1 September 2026 - 19:54 WIB

Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WIB

Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan

Berita Terbaru