MAMUJU – Refleksi satu tahun kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam mengawal pembangunan Sulawesi Barat dengan visi Maju dan Sejahtera menorehkan sederet capaian strategis. Bersama almarhum Wakil Gubernur Salim S Mengga, duet SDK-JSM dinilai berhasil memperkuat fondasi pembangunan daerah dalam berbagai sektor prioritas.
Data kinerja menunjukkan pertumbuhan ekonomi Sulbar mencapai 5,36 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen. Capaian ini menjadi sinyal positif atas stabilitas dan efektivitas kebijakan pembangunan yang dijalankan selama setahun terakhir.
Tak hanya itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan signifikan dari 70,46 persen menjadi 71,16 persen. Angka tersebut mencerminkan perbaikan kualitas hidup masyarakat, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, maupun daya beli.
Di sektor infrastruktur, progres pembangunan jalan provinsi meningkat dari 46,89 persen menjadi 49,77 persen. Sementara itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 10,71 persen menjadi 10,18 persen. Gini rasio atau tingkat ketimpangan pun membaik dari 0,316 menjadi 0,308, menunjukkan distribusi kesejahteraan yang semakin merata.
Tak kalah penting, indeks reformasi birokrasi Sulbar berada di angka 73,76 persen dengan predikat Kategori BB. Ini menjadi indikator kuat bahwa tata kelola pemerintahan semakin profesional, transparan, dan akuntabel.
Dalam refleksinya, SDK mengenang kebersamaan dan keharmonisan kepemimpinan bersama almarhum Salim S Mengga. Ia mengungkapkan, sinergi yang dibangun selama ini menjadi contoh harmonisasi kepala daerah dan wakilnya.
“Saya sering bertemu para kepala daerah di Jakarta dan menyampaikan, jika ingin melihat keharmonisan Gubernur dan Wagub, datanglah ke Sulbar,” ungkapnya.
Kepergian almarhum Wagub, lanjutnya, menjadi duka mendalam, bukan hanya bagi dirinya sebagai partner kerja, tetapi juga bagi masyarakat Sulbar yang begitu mencintainya.
“Segala kebaikan yang telah ditanam almarhum akan kita lanjutkan. Meski berat, kita akan terus berjuang membangun daerah,” tegas SDK.
Dalam satu tahun terakhir, sinergi daerah dan pemerintah pusat juga terus diperkuat. Hal itu dibuktikan dengan terbentuknya 648 koperasi merah putih, penyelenggaraan sekolah rakyat di tiga lokasi dengan total 295 siswa, serta program makan bergizi gratis yang menjangkau 340.944 siswa penerima manfaat.
Pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan, jembatan, irigasi, hingga bendungan juga terus digenjot sebagai bagian dari akselerasi pembangunan berkelanjutan.
“Akselerasi panca daya dan sinergi nasional menghadirkan hasil nyata. Fondasi pembangunan Sulbar semakin kokoh, terus bergerak, bekerja dan melayani. Mewujudkan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera,” tandasnya.










