Wagub Sulbar Ajak Perawat Aktif Tangani Stunting dan Kemiskinan

- Jurnalis

Kamis, 12 Juni 2025 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU, – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S Mengga, mengajak perawat untuk terlibat aktif dalam berbagai isu krusial di daerah, mulai dari penanganan stunting hingga pengentasan kemiskinan yang menjadi salah satu fokus Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S Mengga.

Hal ini ia sampaikan usai menghadiri pelantikan pengurus DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulbar periode 2024–2029 di Ballroom Kantor Gubernur, Kamis 12 Juni 2025.

“Ke depan untuk menurunkan angka stunting itu saya memang melibatkan para perawat. Bahkan di sekolah-sekolah perawat yang ada di Sulbar itu saya libatkan. Terutama mereka yang berada di semester akhir,” ujar Salim.

Kata Wagub Salim, keterlibatan perawat dalam penanganan stunting sangat penting, apalagi mereka tersebar hingga pelosok. Mulai dari puskesmas, pustu, hingga posyandu, kehadiran tenaga kesehatan ini bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama balita.

Wagub Salim juga mengingatkan agar pengurus baru PPNI tidak hanya sekadar menjalankan roda organisasi, tapi juga aktif membangun kolaborasi.

Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi kunci agar organisasi bisa berkembang dan punya kontribusi lebih luas di tengah masyarakat.

“Harapan kita, ke pengurus baru, jangan hanya membentuk organisasi. Tapi juga melakukan pembinaan terhadap organisasi, kerja sama dengan institusi lain,” tuturnya.

Ia memberi contoh peran perawat yang bisa diperluas dalam program-program strategis daerah seperti pengentasan stunting dan kemiskinan.

“Karena perawat-perawat kita ini kan ada sampai ke ujung. Tiap puskesmas ada, bahkan Pustu ada. Anak-anak balita juga ada di situ. Kita butuh perawat,” ucap Salim.

Di sisi lain, Wagub Salim juga menyinggung keluhan soal ketidakadilan dalam proses pengangkatan honorer menjadi ASN.

Ia mengaku banyak menerima aduan dari tenaga honorer lama yang belum juga diangkat, sementara ada honorer baru yang justru lebih dulu diangkat.

“Saya kira itu keluhan wajar, orang mengeluh seperti itu karena memang ada aroma ketidakadilan di dalam. Dia sudah honorer 5 tahun, 8 tahun, ada pengangkatan baru, yang baru dua tahun yang diangkat duluan. Yang 8 tahun ini tidak terangkat-terangkat,” ungkapnya.

Sebagai bentuk respons, Salim menyatakan sudah mengambil langkah konkret. Ia bakal menerbitkan surat edaran agar tenaga honorer lama mendapat prioritas pengangkatan.

“K2 yang sudah mengabdi 20 tahun itu harus jadi prioritas. Jadi mereka yang lebih lama, kalau ada pengangkatan baru, mereka dulu diselesaikan,” tegas Salim.

Berita Terkait

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat
Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah
PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan
Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda
Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan
Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata
Bapenda Sulbar Gencarkan Pengawasan Rokok Ilegal, Pedagang Diimbau Waspada!
Lawan Penipuan Digital, Pemprov Sulbar Luncurkan Scam Ready ASEAN!
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:24 WIB

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan

Berita Terbaru