POLEWALI MANDAR – Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 tidak cukup hanya dengan kecerdasan intelektual dan penguasaan teknologi. Fondasi utamanya adalah karakter yang kuat, dan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an menjadi salah satu pilar strategis dalam membangun masa depan bangsa. Hal ini ditegaskan Staf Ahli Bupati Polewali Mandar Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Dr. Aco Musaddad HM, saat membuka Wisuda Santri/Santriwati TPA Rumah Qur’ani “Qurrata A’yun”, mewakili Bupati Polewali Mandar.
Kegiatan yang berlangsung khidmat pada Ahad, 1 Februari 2026, di Ruang Pola Kantor Bupati Polewali Mandar ini menjadi momentum penting dalam penguatan pendidikan karakter berbasis religi, sekaligus penegasan komitmen pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berakhlak mulia.
Dalam sambutannya, Dr. Aco Musaddad menekankan bahwa kecerdasan akademik tanpa landasan moral akan rapuh dalam menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi kompas utama dalam membentuk generasi masa depan.
“Generasi Qur’ani adalah salah satu pilar utama untuk mewujudkan Generasi Emas Tahun 2045. Kita tidak hanya butuh anak-anak yang pintar teknologi, tetapi juga memiliki kompas moral Al-Qur’an agar mampu membawa bangsa ini ke arah yang lebih berkah,” tegasnya.
Suasana haru dan bangga mewarnai acara saat Dr. Aco Musaddad didaulat untuk menguji langsung hafalan para wisudawan. Di hadapan para tamu undangan dan orang tua santri, beliau membacakan potongan ayat Al-Qur’an yang kemudian disambung dengan lancar dan tartil oleh para santri. Aksi spontan ini sontak mengundang decak kagum dan menjadi bukti nyata kualitas pembinaan tahfidz di Rumah Qur’ani “Qurrata A’yun”.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Polewali Mandar, Dr. H. Imran Qalyubi Kesa, menyampaikan dukungan penuh terhadap keberadaan dan pengembangan lembaga pendidikan Al-Qur’an. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan lembaga tahfidz merupakan kunci utama dalam mencetak SDM unggul yang beriman, berilmu, dan berdaya saing.
Sementara itu, Pimpinan Rumah Qur’ani “Qurrata A’yun”, Ustadz Mubarik, melaporkan bahwa wisuda santri kali ini merupakan hasil dari proses panjang pembelajaran, kedisiplinan, serta kesungguhan para santri dalam menghafal kalam ilahi. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar atas dukungan nyata, termasuk penyediaan fasilitas Ruang Pola Kantor Bupati untuk pelaksanaan kegiatan.
Acara ditutup dengan penyerahan ijazah kepada para santri dan santriwati, disaksikan oleh orang tua yang tampak bangga dan terharu menyaksikan capaian putra-putri mereka. Wisuda ini tidak hanya menjadi penanda keberhasilan akademik religius, tetapi juga simbol harapan lahirnya generasi Qur’ani yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.










