MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kian memantapkan langkah menjaga harmoni sosial dan ketahanan umat. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulbar, Darwis Damir, melakukan kunjungan strategis ke jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulbar dalam sebuah pertemuan dialogis yang sarat agenda kebangsaan dan keumatan.
Pertemuan ini menjadi momentum penguatan sinergi ulama dan umara dalam merespons dinamika sosial, derasnya arus informasi digital, hingga tantangan ideologis yang menyasar generasi muda. Langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga melalui misi besar Pancadaya.
Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris MUI Sulbar M. Sahlan, bersama jajaran pengurus Yamin Syarif, H. Samsumarlin, Fatmah, Kamaruddin, dan Hakim, serta tim teknis Bidang Ormas Kesbangpol Sulbar.
Darwis Damir menegaskan pentingnya kewaspadaan kolektif terhadap dampak negatif media sosial yang berpotensi menggerus nilai moral dan persatuan. Ia mendorong agar materi dakwah tidak berhenti pada aspek ritual, tetapi juga mengintegrasikan wawasan kebangsaan, visi-misi pembangunan daerah, serta edukasi mitigasi bencana sebagai bekal umat menghadapi tantangan zaman.
“Dakwah harus adaptif dan solutif. Ulama memiliki peran strategis membangun kesadaran keagamaan yang sejuk, sekaligus menanamkan nasionalisme,” tegas Darwis.
Menjelang Ramadan, MUI diharapkan menjadi rujukan utama bagi kabupaten/kota dalam menyelaraskan materi dakwah yang menenangkan, mencerdaskan, dan mempersatukan. Pembinaan kader ulama juga menjadi prioritas agar lahir dai yang mumpuni secara keilmuan, kuat secara ideologis, dan teguh dalam semangat kebangsaan.
Dalam sesi diskusi, H. Samsumarlin menyoroti urgensi penguatan produk halal hingga tingkat kabupaten. MUI mendorong dukungan konkret pemerintah berupa fasilitasi pelatihan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM dan rumah potong unggas. Isu strategis lain seperti wakaf uang dan penguatan ekonomi umat berbasis syariah juga mengemuka, dinilai krusial untuk menyambut arus investasi yang kian meningkat di Sulawesi Barat.
Pengurus MUI turut menyampaikan keresahan terhadap radikalisme, aliran menyimpang, serta problem sosial seperti pornografi dan peredaran miras. MUI berkomitmen terus melakukan edukasi dan pencerahan umat, namun menekankan perlunya sinergi regulasi dan pengawasan ketat dari pemerintah.
Kesbangpol dan MUI sepakat, kolaborasi erat ulama dan pemerintah adalah kunci menjaga Sulawesi Barat tetap damai, religius, dan toleran, sekaligus tangguh menghadapi dinamika global yang terus bergerak cepat.










