POLMAN — Musibah kebakaran hebat menghanguskan tiga unit rumah warga di Dusun III Bulubawang, Kelurahan Patampanua, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (7/2/2026) siang. Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 13.30 WITA itu diduga kuat dipicu arus pendek listrik.
Akibat kebakaran tersebut, dua rumah mengalami rusak berat dan satu rumah terdampak, membuat empat kepala keluarga dengan total 15 jiwa kehilangan tempat tinggal. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian materi dipastikan cukup besar, mengingat sebagian besar harta benda warga tidak sempat diselamatkan.
Menindaklanjuti bencana tersebut, Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud langsung memerintahkan Dinas Sosial Polman untuk bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada para korban. Perintah itu ditindaklanjuti sesuai arahan Plt Kepala Dinas Sosial Polman, Andi Hizbullah Mastar, S.KM., M.Kes.
Tim Tagana Dinas Sosial Polman bersama pekerja sosial kebencanaan segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penyaluran bantuan darurat. Bantuan yang diserahkan bersumber dari APBD Polewali Mandar, berupa beras, minyak goreng, air minum kemasan, mi instan, telur, gula, biskuit, kecap, serta teh celup.
Selain itu, bantuan dari APBN juga disalurkan, meliputi matras, selimut, terpal, family kit, dan kitchenware guna memenuhi kebutuhan dasar para korban pascakebakaran.
Penyerahan bantuan dilakukan secara cepat oleh Pekerja Sosial Kebencanaan Dinsos Polman, Muliyadi, S.Sos, didampingi Kaur Perencanaan Desa Patampanua Ahmad Dzul Rahman, S.P, staf Dinas Sosial, serta anggota Tagana. Bantuan tersebut diterima langsung oleh para korban kebakaran.
Muliyadi menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa warga. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik.
“Kami turut prihatin atas kejadian ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban para korban. Kami juga berharap masyarakat lebih berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Muliyadi.
Pemerintah daerah memastikan akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan bagi korban hingga kondisi mereka kembali pulih.










