BPBD Sulbar Bergerak Cepat Atasi Dampak Puting Beliung di Mamuju Tengah

- Jurnalis

Senin, 28 Juli 2025 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju – Bencana angin puting beliung melanda Desa Kayu Calla, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, pada Sabtu malam (26/7/2025) sekitar pukul 20.30 WITA. Cuaca ekstrem yang terjadi tiba-tiba ini menyebabkan kerusakan luas pada permukiman dan fasilitas umum di wilayah tersebut.

Menurut data Badan Penanggulanga n Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat, sebanyak 38 kepala keluarga (KK) terdampak langsung. Di antaranya, 5 rumah mengalami rusak berat, 14 rumah rusak sedang, dan 52 unit lainnya rusak ringan. Selain rumah warga, bencana ini turut merusak 1 sekolah dasar, 1 taman kanak-kanak, 1 gereja, dan 1 kantor desa.

Menanggapi kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Mamuju Tengah langsung diterjunkan untuk melakukan evakuasi, asesmen, dan pembersihan pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan dan menimpa rumah warga.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, M. Yasir Fattah, menyampaikan, BPBD Mamuju Tengah telah bergerak cepat melakukan penanganan awal. sementara bantuan darurat seperti tenda dan sembako terus disalurkan, ungkapnya. Senin 28 Juli 2025.

Yasir menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan langsung dari BPBD Mamuju Tengah tak lama setelah kejadian. Ia mengatakan bahwa bencana ini merupakan bagian dari fenomena hidrometeorologi ekstrem yang dipicu oleh angin kencang.

BPBD Sulbar telah menginstruksikan agar BPBD kabupaten segera melakukan penanganan sesuai skala kebutuhan dan menyampaikan daftar kebutuhan mendesak ke Pemprov Sulbar untuk dikoordinasikan bersama instansi terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan pihak TNI/Polri.

“Sebagian besar warga yang rumahnya rusak kini ditampung sementara di satu lokasi aman. Kami juga meminta agar BPBD kabupaten terus memperbarui informasi cuaca kepada masyarakat serta melakukan sosialisasi kebencanaan,” tambah Yasir.

Ia menekankan bahwa upaya edukasi dan peningkatan kesiapsiagaan harus dilakukan secara berkelanjutan, sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), yang menekankan pentingnya memperkuat sistem mitigasi dan kolaborasi antarlembaga dalam setiap penanganan bencana.

“Edukasi kepada masyarakat di daerah rawan menjadi kunci utama. Kita butuh kesadaran kolektif agar risiko bencana bisa ditekan sekecil mungkin,” tegasnya. (Rls)

Berita Terkait

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat
Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah
PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan
Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda
Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan
Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata
Bapenda Sulbar Gencarkan Pengawasan Rokok Ilegal, Pedagang Diimbau Waspada!
Lawan Penipuan Digital, Pemprov Sulbar Luncurkan Scam Ready ASEAN!
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:24 WIB

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan

Berita Terbaru